Jumat, 29 Agustus 2025

Pertemuan Gibran dan AHY Akan Hilangkan Anggapan Adanya Rivalitas Antara Istana dan Cikeas

"Pertemuan seperti inilah yang akan menguatkan kembali nilai Ke-Indonesiaan dan itu diberi contoh oleh putera Presiden Jokowi dan mantan Presiden SBY,

Editor: Adi Suhendi
TRIBUN/BIRO PERS/LAILY RACHEV
Putra Presiden ke-6 RI, Agus Harimurti Yudhoyono (kanan), berjabat tangan dengan putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep (kiri), di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/8/2017). Dalam kesempatan tersebut Agus memohon restu pada Presiden Jokowi sekaligus mengundang Jokowi dan putra-putrinya untuk menghadiri peluncuran The Yudhoyono Institute malam ini. TRIBUNNEWS/BIRO PERS/LAILY RACHEV 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memuji teladan yang ditunjukan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Gibran dan AHY bertemu, silaturahmi, dan makan siang bersama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/8/2017) siang.

Suasana silaturahmi penuh keakraban dan cair diantara keduanya.

Baca: Sikap AHY dan Gibran Dinilai Bisa Jadi Contoh Bagi Generasinya Pahami Makna Politik dan Perbedaan

Bahkan, Gibran memasak gudeg dan bubur lemu spesial untuk menjamu AHY.

"Pertemuan seperti inilah yang akan menguatkan kembali nilai Ke-Indonesiaan dan itu diberi contoh oleh putera Presiden Jokowi dan mantan Presiden SBY," ujar pengurus Dewan Syuro DPP PKB, Maman Imanulhaq kepada Tribunnews.com, Kamis (10/8/2017).

Pertemuan Gibran dan AHY ini, menurut anggota DPR RI Dapil Sumedang, Majalengka dan Subang ini, akan mencairkan ketegangan dan anggapan adanya rivalitas antara Istana dan Cikeas di masyarakat.

Baca: Fakta Menarik Soal Pertemuan Putra Sulung SBY dan Putra Sulung Jokowi, Ada Canda dan Masakan Gibran

"Pertemuan dua anak Presiden ini paling tidak mencairkan ketegangan di masyarakat. Paling tidak, dengan itu tidak ada anggapan soal rivalitas, oposisi dan lain sebagainya," jelas pengasuh Ponpes Al-Mizan ini.

Contoh-contoh yang menunjukan cair dan hangatnya komunikasi seperti ditunjukan Gibran dan AHY ini menurutnya, harus terus didorong di negeri ini.

Karena kata dia, masyarakat memerlukan contoh atau keteladan yang dimulai dari tokoh-tokoh di negeri ini mengenai bagaimana berkomunikasi cair, hangat, dan akrab.
Sehingga, itu ditiru di lapisan bawah.

"Ini akan menjadi spirit yang sangat bagus bagi persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia," tegas Ketua Lembaga Dakwah PBNU.

Akrabnya Gibran-AHY

Gibran mengaku sudah lama ingin bertemu dengan putra sulung Presiden ke-6 RI, AHY.

Keinginan Gibran pun terwujud pada hari ini, Kamis (10/8/2017), saat Agus menemui Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Saat mengetahui Agus akan menemui ayahnya, Gibran meminta izin untuk ikut dalam pertemuan.

Tak hanya itu, Gibran juga menyuguhkan menu spesial untuk Agus. Menu yang ia masak sendiri, yaitu Gudeg dan Bubur Lemu.

"Saya juga izin ke Bapak. Kan ini yang dateng Mas Agus. Boleh saya masakin gudeg enggak," ujar Gibran.

Agus sendiri mengapresiasi suguhan yang disajikan Gibran.

"Terima kasih Mas Gibran, enak sekali, luar biasa. Saya baru pertama kali makan gudeg dan bubur lemu tapi enak sekali," ujar Agus kepada Gibran yang duduk di sampingnya.

"Santai aja lho, Mas," timpal Gibran.

Pertemuan antara Jokowi, Gibran, dan Agus berlangsung sekitar satu setengah jam.

Kedatangan Agus ke Istana untuk meminta doa restu dan wejangan kepada Presiden Jokowi terkait peresmian The Yudhoyono Institute.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan