Minggu, 31 Agustus 2025

Tragedi Kemanusiaan Rohingya

Badan Zakat Nasional Salurkan Bantuan untuk Warga Rohingya

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah menyalurkan bantuan untuk para warga etnis Rohingya di Myanmar.

Penulis: Taufik Ismail
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Massa yang tergabung dalam Sahabat Muslim Rohingya melakukan aksi di Kedubes Myanmar, Jakarta, Senin (4/9/2017). Dalam aksinya pengunjuk rasa menuntut pemerintah mengusir Dubes Myanmar dari Indonesia menyusul tragedi kemanusiaan muslim Rohingya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah menyalurkan bantuan untuk para warga etnis Rohingya di Myanmar.

Bantuan yang diberikan berupa logistik dan obat obatan.

"Saat krisis pekan ini sudah dua Sampai tiga kali mengirimkan bantuan," ujar Ketua Baznas Bambang Soedibyo di kantornya, Jalan soedirman, Jakarta Pusat, Senin, (4/9/2017).

Bambang mengatakan penyaluran bantuan relatif tidak sulit .

Baca: Dugaan Korupsi APBD, Bareskrim Periksa Lukas Enembe dan Kepala BPKAD Papua

Selain Baznas sudah sejak dua tahun lalu berada di Myanmar, pemerintahan setempat membuka akses bagi Indonesia dalam menyalurkan bantuan.

"Kita punya pendekatan yang allhamdullilah dibuka aksesnya ‎oleh pemerintah Myanmar," katanya.

Sementara itu Deputi Baznas Arifin Purwakananta mengatakan selain logistik dan obat obatan, pihaknya juga membangun pompa-pompa sumur untuk penyediaan air bersih warga Rohingya.

Menurut Arifin bantuan yang diberikan untuk warga Rohinya bukan berasal dari dana zakat yang dihimpun Baznas.

Baca: Usai Ditangkap, Terduga Pembunuh Pegawai BNN Cantik Terlihat Bingung

Melainkan melalui sumbangan dompet solidaritas Islam.

"Dari sumbangan masyarakat Indonesia, bukan zakat tapi memang dikhususkan untuk membantu warga sesama muslim di dunia," katanya.

Sejauh ini menurut Arifin total bantuan yang telah diserahkan kepada warga Rohinya mencapai Rp 300 juta.

Arifin mengatakan pihaknya terus berupaya menggalang dana lebih besar untuk memenuhi kebutuhan warga Rohinya di Myanmar.

"Mungkin 500 atau 700 juta sedang digalang untuk kebutuhan logistik dan obat obatan," ‎pungkasnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan