Minggu, 31 Agustus 2025

Tragedi Kemanusiaan Rohingya

Kekerasan terhadap Warga Rohingya Bukti Nyata Perang Proxy Hadir

Politikus Partai Golkar ini mengatakan, sikap tegas pemerintah Indonesia melihat kekerasan yang terjadi harus menarik Duta Besar RI di Myanmar.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Dewi Agustina
AP
Perempuan dan anak-anak Rohingya mengantre untuk mendapatkan air di kamp-kamp pengungsi di Teknaf, Banglades, pada Desember 2016. Ribuan warga Rohingya mengungsi dari Rakhine, Myanmar, diduga akibat kekerasan aparat keamanan setempat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan, kekerasan dan pembunuhan yang dialami warga Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, adalah bukti nyata perang proxy war, dimana genosida etnis menjadi alasan untuk sebuah penguasaan wilayah.

Menurutnya, proxy war adalah kekuatan besar yang memainkan perannya secara tidak langsung melalui pihak ketiga.

"Persoalan di Myanmar, adalah bukti nyata, perang proxy, dimana genosida etnis menjadi alasan untuk sebuah penguasaan wilayah," kata Bobby kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Politikus Partai Golkar ini mengatakan, sikap tegas pemerintah Indonesia melihat kekerasan yang terjadi harus menarik Duta Besar RI di Myanmar.

Baca: BREAKING NEWS: Tersangka Pelaku Pembunuhan Pegawai BNN Ditangkap di Kepri

"Persona non grata kan Dubes Myamnar dan tarik balik Dubes RI di Myanmar," tegasnya.

Bobby menyebutkan, penarikan duta besar dan pemutusan hubungan diplomatik adalah suatu hukuman yang harus dibayar pemerintah Myanmar.

"Aksi diplomatik lainnya dengan merekomendasikan Myanmar keluar dari ASEAN bila kekerasan Rohingya tidak dihentikan dan bersedia mediasi dengan pengawasan pihak independen," katanya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan