Tragedi Kemanusiaan Rohingya
Bantu Pengungsi Rohingya, Pramuka Gelar Aksi "Bumbung Kemanusiaan"
Pramuka sebagai duta perdamaian kembali melakukan aksi kemanusiaan yang diberi nama "Bumbung Kemanusiaan", pada Rabu (6/9/2017).
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Pramuka sebagai duta perdamaian kembali melakukan aksi kemanusiaan yang diberi nama "Bumbung Kemanusiaan", pada Rabu (6/9/2017).
Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Pramuka ini guna mengajak masyarakat membantu pengungsi di Rakhine State.
"Setiap anggota Pramuka memiliki rasa kepedulian. Makanya kami sebut ini Bumbung Kemanusiaan, karena hasilnya nantinya disalurkan untuk pengungsi di Rohingya," ujar Budi Prayitno, Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Pembinaan Anggota Muda (Binamuda).
Baca: Hendardi Sebut Jokowi Tidak Bisa Terus Berdiam Soal Pansus Angket KPK
Pramuka mengajak masyarakat dan warga Pramuka untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan atas nama kemanusiaan.
"Hari ini (6/9) kami buka resmi. Caranya mudah cukup transfer ke rekening Pramuka Peduli dan atau kumpulkan donasinya terlebih dahulu ke masing-masing Kwartir baik ranting, cabang, atau daerah," ujar Lukman Hakim, anggota Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana).
Lanjut Lukman, bantuan yang bisa diberikan bisa berbentuk uang maupun barang-barang kebutuhan lainnya.
"Untuk masyarakat yang ingin berpartisipasi bisa disalurkan pada nomor rekening 909010100 BNI Cabang Menteng, Jakarta Pusat. Pemberian bantuan akan dibuka hingga akhir September. Apabila masyarakat antusias akan terus dibuka," kata Lukman.
Baca: Diganti Doa Bersama, Aksi Bela Rohingya di Candi Borobudur Batal
Diketahui saat ini 22 juta anggota Pramuka yang tersebar di 34 Kwarda dan 500 Kwarcab di seluruh Indonesia.
Selain membantu pengungsi Rohingya di Myanmar, Pramuka melalu "Bumbung Kemanusiaan" sebelumnya juga aktif mendistribusikan bantuan ke negara-negara Afrika seperti Somalia, Sudan, Kenya, Ethiopia, Uganda, Kongo, Angola, dan Nigeria.
"Bumbung Kemanusiaan juga menjadi cara unik Pramuka untuk me-recall anak-anak membantu dalam aksi kemanusiaan," tambah Lukman.