Minggu, 31 Agustus 2025

Tragedi Kemanusiaan Rohingya

Protes Kedubes Myanmar, Yenny Wahid: Jangan Bawa Isu Agama

Masyarakat dunia protes keras terhadap tindakan militer Myanmar yang melakukan kekerasan dan upaya genosida terhadap kaum etnis Rohingya di Rakhine.

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Direktur Eksekutif Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat dunia protes keras terhadap tindakan militer Myanmar yang melakukan kekerasan dan upaya genosida terhadap kaum etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar.

Protes keras itu juga dilayangkan masyarakat Indonesia yang terus melakukan aksi solidaritas di kantor Kedutaan Besar Myanmar untuk Indonesia.

Direktur Eksekutif Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid pun menilai protes yang dilayangkan masyarakat Indonesia atas kekerasan yang dialami etnis Rohingya sangat baik.

Baca: Soal Rohingya, Yenny Wahid Apresiasi Langkah Diplomasi Pemerintah Indonesia Terhadap Myanmar

"Engga apa-apa, menurut saya memprotes apa yang terjadi di Kedubes, memprotes Kedubes Myanmar itu baik," ucap Yenny Wahid saat temui usai acara 'Melody of Diversity' yang digelar Soka Gakkai Indonesia, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/9/2017).

Baca: Pelaku Buat Sayembara Berhadiah Rp 5 Juta Sebelum Aniaya Pria yang Dituding Mencuri Vape

Namun, Putri dari Presiden ke 4 RI, Abdurrahman Wahid ini pun menjelaskan protes di Kedubes Myanmar jangan dibawa pada isu Agama.

Masyarakat Indonesia menurut Yenny harusnya memprotes tindakan perlakukan militeristik dan represi terhadap Hak Asasi Manusia warga Rohingya.

"Yang harus kita protes adalah tindakan perlakukan militeristik dan represi terhadap HAM dari warga Rohingya, itu yang harus kita protes tapi jangan bawa-bawa agama karena itu tidak tepat," jelasnya.

Baca: Peneliti PHSK Nilai Aksi Masinton Pasaribu Minta Ditangkap KPK Tidak Pantas

Yenny juga mengingatkan tindakan represif militer Myanmar tidak hanya menyasar pada kaum muslim Rohingya, tetapi juga menyerang kaum etnis Karen yang mayoritas beragama Kristen.

"Jadi semua masyarakat di dunia yang mengalami diskriminatif harus kita bela tapi bukan karena masalah agama. Karena mereka adalah mahluk ciptaan Tuhan yang harus kita bela," kata Yenny Wahid.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan