Breaking News:

Korupsi KTP Elektronik

Setya Novanto Mengidap Penyakit Tumor Tenggorokan

Setelah menderita sakit vertigo, berlanjut dengan sakit jantung, kini Setya Novanto disebut-sebut menderita sakit tumor tenggorokan.

Editor: Dewi Agustina
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Indonesia melakukan aksi menanggapi batalnya status tersangka Setya Novanto di area Car Free Day, Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/10/2017). Aksi yang bertajuk 'Indonesia Berkabung' tersebut menggugat keputusan hakim tunggal praperadilan PN Jakarta Selatan Cepi Iskandar yang membatalkan status tersangka Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP serta mendukung KPK untuk mengeluarkan sprindik baru untuk Setya Novanto. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyakit Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya Novanto terus bertambah. Setelah menderita sakit vertigo, berlanjut dengan sakit jantung, kini Ketua Umum Partai Golkar itu disebut-sebut menderita sakit tumor tenggorokan.

Penyakit tumor di tenggorokan Setya Novanto ini dikemukakan Guru Besar FISIP Universitas Indonesia Burhan Djabir Magenda usai membesuk Setya Novanto di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta, Senin (2/10/2017).

"Ada tumor di tenggorokan. Bertahaplah, dari awalnya jantung dulu baru muncul tumor. Tumor di tenggorokan," kata Burhan.

Penyakit vertigo Setya Novanto terkuak saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa Setya Novanto.

Pada pemanggilan pertama, Novanto beralasan vertigonya kambuh. Ia memilih menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta.

Baca: Pesan Terakhir Dhea kepada Temannya: Tunggu Gua di Lampung

Komisi antirasuah lalu memanggil Setya Novanto. Berbeda dari panggilan pertama, Setya Novanto kembali mangkir dengan alasan harus menjalani katerisasi jantung.

Ia pun dipindah dari Rumah Sakit Siloam menuju Rumah Sakit Premier Jatinegara.

Setya Novanto lalu menjalani perawatan di Rumah Sakit Premier Jatinegara hingga putusan praperadilan membebaskannya dari status tersangka kasus korupsi proyek e-KTP.

GUGAT PUTUSAN HAKIM - Massa dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi melakukan aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (1/10). Aksi yang bertajuk 'Indonesia Berkabung' tersebut untuk menggugat keputusan hakim tunggal praperadilan PN Jakarta Selatan Cepi Iskandar yang membatalkan status tersangka Setya Novanto dalam kasus korupsi KTP-el, sekaligus untuk mendukung KPK agar mengeluarkan sprindik baru untuk Setya Novanto. Warta Kota/henry lopulalan
GUGAT PUTUSAN HAKIM - Massa dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi melakukan aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (1/10). Aksi yang bertajuk 'Indonesia Berkabung' tersebut untuk menggugat keputusan hakim tunggal praperadilan PN Jakarta Selatan Cepi Iskandar yang membatalkan status tersangka Setya Novanto dalam kasus korupsi KTP-el, sekaligus untuk mendukung KPK agar mengeluarkan sprindik baru untuk Setya Novanto. Warta Kota/henry lopulalan (Harian Warta Kota/Harian Warta Kota)

Kendati beragam penyakit diderita Setya Novanto, KPK justru berencana memperpanjang surat pencegahan bepergian ke luar negeri untuk Ketua DPR RI Setya Novanto.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved