Politisi Suap Hakim

Salim Said: Jangankan KPK, Tuhan Saja Tidak Ditakuti

Indonesia tidak pernah maju lantaran para pejabatnya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) karena "makan duit negara".

Salim Said: Jangankan KPK, Tuhan Saja Tidak Ditakuti
KOMPAS.com/Indra Akuntono
Guru Besar Universitas Pertahanan Salim Said 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dan pertahanan, Salim Said, mengungkapkan alasan mengapa Indonesia tak menjadi negara maju dibanding negara-negara lain di dunia.

Kata Salim, Indonesia tidak pernah maju lantaran para pejabatnya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) karena "makan duit negara".

"Nah, sekarang Indonesia, semua yang masuk KPK, pejabat parlemen, eksekutif itu disumpah secara agama. Tetapi kemudian melanggar sumpah, karena tidak takut pada Tuhan," kata Salim di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (6/10/2017) malam.

Karenanya, kata Salim, Indonesia tidak akan bisa menjadi negara maju selama Tuhan tak lagi ditakuti oleh para pejabat di negeri ini.

"Jadi, negeri ini tidak maju karena Tuhan tidak ditakuti. Tantangan kita adalah bagaimana Tuhan ditakuti. Jangankan KPK, Tuhan saja tidak ditakuti kok," ujar dia.

Baca: Politisi PKS Anggap Gatot Nurmantyo Tidak Sedang Berpolitik Praktis

Guru Besar Universitas Pertahanan itu lalu beralih dengan membandingkan Indonesia dan negara lainnya, seperti Korea Selatan (Korsel), Taiwan, hingga Israel.

"Kenapa sekarang pada beli telpon dan kulkas dari Korsel. Kenapa Korsel maju dan kita tidak maju? Orang Korsel takut sama Korut, jadi dia harus unggul," kata Salim.

"Taiwan, pulau kecil, takut kalau dicaplok Tiongkok. Makanya produk yang kita beli buatan Taiwan. Israel? Yahudi di tengah lautan Arab, kalau tidak hebat di-kremes dia," katanya.(Moh. Nadlir)

Berita ini sudah tayang di kompas.com berjudul: Salim Said: Negeri Ini Tidak Maju karena Tuhan Tidak Ditakuti

Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved