Polemik Panglima TNI

Panglima TNI Rencananya Akan Hadiri Undangan Pangab AS di Washington DC

Namun beberapa hari sebelum keberangkatan, pihak maskapai memberitahukan larangan dari pemerintah AS tersebut.

Panglima TNI Rencananya Akan Hadiri Undangan Pangab AS di Washington DC
Puspen TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi dan Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, usai pelaksanaan Upacara Parade dan Defile HUT ke-72 TNI Tahun 2017, yang dipimpin oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, bertempat di Dermaga Indah Kiat Cilegon Banten, Kamis (5/10/2017). Tentara Nasional Indonesia (TNI) selalu setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, menempatkan kepentingan rakyat diatas kepentingan apapun, serta taat kepada Presiden Republik Indonesia sebagai Panglima Tertinggi yang terpilih secara konstitusional. Untuk itu, jangan ragukan kesetiaan TNI kepada NKRI. (Puspen TNI/ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Panglima TNI, Jenderal TNI. Gatot Nurmantyo batal berangkat ke Amerika Serikat (AS).

Pasalnya, pemerintah AS, melarang Panglima TNI dan rombongan memasuki wilayah negara Paman Sam itu.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto.

Dalam siaran pers resmi Mabes TNI yang diterima Tribunnews.com, diketahui Panglima TNI dan rombongan, sedianya berangkat ke AS, dengan menumpangi pesawat yang dioperasikan maskapai Emirates.

Baca: Panglima TNI Ditolak, Anggota Komisi I Minta DPR Panggil Perwakilan AS

Namun beberapa hari sebelum keberangkatan, pihak maskapai memberitahukan larangan dari pemerintah AS tersebut.

"Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates, namun beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection,” tutur Kapuspen TNI

Panglima TNI dan rombongan, sedianya berangkat ke AS, untuk menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang akan dilaksanakan tanggal 23 - 24 Oktober 2017 di Washington DC. Ia datang atas undangan langsung dari Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS), Jenderal Joseph. F. Durfort Jr.

"Panglima TNI mengirim surat balasan tersebut, karena menghormati Jenderal Joseph F. Durford, Jr. yang merupakan sahabat sekaligus senior Jenderal TNI Gatot Nurmantyo,” kata Wuryanto.

Baca: YLBHI Anggap Dokumen AS Terkait Peristiwa 1965 Bisa Dijadikan Acuan Pemerintah

Karena larangan dari pemerintah AS, maka undangan tersebut batal untuk dipenuhi.

Kapuspen TNI mengatakan terkait peristiwa ini, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah melaapor kepada Presiden RI Joko Widodo melalui ajudan, Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi dan Menkopolhukam Wiranto serta berkirim surat kepada Jenderal Joseph. F. Durfort Jr.

Panglima TNI saat ini masih menunggu penjelasan atas insiden ini.

"Kepergian ke Amerika atas undangan Pangab dan atas hubungan baik dua negara serta hubungan baik antara Pangab Amerika dan Panglima TNI, oleh sebab itu Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta isteri dan delegasi memutuskan tidak akan menghadiri undangan Pangab Amerika Serikat sampai ada penjelesan resmi dari pihak Amerika," tegas Kapuspen TNI.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved