Polemik Panglima TNI

Insiden Panglima TNI, Sampai Hari Ini Pemerintah AS Belum Kunjung Berikan Klarifikasi

Pemerintah Indonesia tetap menunggu penjelasan dari pemerintahan AS mengenai penyebab munculnya pelarangan tersebut.

Insiden Panglima TNI, Sampai Hari Ini Pemerintah AS Belum Kunjung Berikan Klarifikasi
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi di Kemlu, Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (12/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kembali menjelaskan langkah yang dilakukan pemerintah ‎Indonesia soal sempat dilarangnya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memasuki wilayah Amerika Serikat.

Retno mengatakan, seperti disampaikan sebelumnya, pihak AS melaui Wakil Duta Besar Amerika untuk Indonesia sudah menyampaikan permintaan maaf dan Panglima TNI sudah diperbolehkan memasuki wilayaha AS‎.

Meskipun demikian, Pemerintah Indonesia tetap menunggu penjelasan dari pemerintahan AS mengenai penyebab munculnya pelarangan tersebut.

"Ini sudah selesai dan sudah meminta maaf seperti yang disampaikan oleh Pak Wapres tapi kita tetap memerlukan penjelasan dari mereka. Jadi mudah-mudahan dalam waktu dekat paling tidak ada penjelasan‎," ujar Retno saat mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu Wakil Presiden Nigeria Yemi Osinbajo di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa, (24/10/2017).

Menurutnya saat ini pihak AS sedang berkordinasi untuk mencari penyebab pelarangan tersebut.. Retno berharap dalam waktu dekat penyebabnya dapat segera diketahui.

Selain itu saat ini sedang dikordinasikan komunikasi langsung antara Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F Du‎rford Jr dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

‎"Karena komunikasi langsung antara dua jenderal ini sangat membantu untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya.

Baca: Sudah Terima Surat Gugatan, Ditjen Imigrasi Siap Hadapi Gugatan Setya Novanto

Baca: Bertamu ke Pangdam Jaya, Anies Baswedan Bahas Stabilitas Keamanan Ibu Kota

‎Sebelumnya Panglima TNI sedianya akan menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang dilaksanakan 23 hingga 24 Oktober 2017 di Washington DC.
Dalam acara tersebut, Panglima TNI mendapat undangan resmi yang dikirim oleh Pangab Amerika Serikat, Jenderal Joseph F Durford Jr.

Namun, saat Panglima TNI bersama rombongan siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates pada Sabtu (21/10/2017) pihak masakapai memberitahukan Panglima TNI bersama delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom‎ and Border Protection.

‎Atas kejadian tersebut Panglima TNI Gatot Nurmantyo kemudian lapor kepada Presiden RI melalui ajudan, Menteri Luar Negeri dan Menkopolhukam.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved