Senin, 27 April 2026

Mendagri Sebut Tidak Perlu Ada Teguran Ke Kepala Daerah Terkait Musibah Asmat

Kedepannya pemerintah daerah, bisa lebih proaktif dalam mendeteksi potensi-potensi musibah, seperti yang saat ini terjadi di kabupaten Asmat

Editor: Eko Sutriyanto
Puspen TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.
Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) terdiri dari personel Pusat Kesehatan TNI, Pusat Kesehatan TNI- AD, Dinas Kesahatan TNI AL dan Dinas kesehatan TNI AU membantu Dinas Kesehatan Wilayah setempat dalam rangka mengobati warga di Wilayah Kabupaten Asmat, Timika, Provinsi Papua, Rabu (17/1/2018). (PUSPEN TNI) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Untuk menangglangi musibah gizi buruk dan merebaknya virus campak di kabupaten Asmat, Papua, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengatakan pihaknya sudah mengirim tim dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda), untuk ikut rombongan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ke lokasi.

"Secara prinsip kita minta kepada daerah untuk melakukan koordinasi dengan aparat di tingkat terbawah, kecamatan juga harus ada rakrot tingkat desa, kelurahan, tingkat kabupaten, kota juga dengan kecamatan," ujarnya kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (17/1/2018).

Ia berharap kedepannya pemerintah daerah, bisa lebih proaktif dalam mendeteksi potensi-potensi musibah, seperti yang saat ini terjadi di kabupaten Asmat.

Tjahjo Kumolo mengingatkan bahwa Presiden RI. Joko Widodo sudah menginstruksikan agar jajaran daerah melakukan pola 'jemput bola,' dan tidak hanya sekedar menunggu laporan.

Terkait musibah tersebut, Tjahjo Kumolo mengatakan tidak ada teguran yang dilayangkan ke kepala daerah maupun jajarannya, di lokasi bencana.

Ia mengaku yakin mereka semua menjalankan tugasnya dengan baik, dan sammpai musibah ini terjadi, hal itu menurutnya dikarenakan sulitnya pengawasan karena kendala medan.

Baca: Kasus Campak dan Gizi Buruk di Asmat, Ini Imbauan Jusuf Kalla untuk Pemda Setempat

"Ini kan wilayahnya secara geografis Papua kan sulit terjangkau juga, harus dipahami, hanya bisa menggunakan pesawat terbang misalnya, itujuga harus jadi bahan pertimbangan, belum lagi ikllim, cuaca," katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, musibah tersebut baru terendus oleh pemerintah pusat pada akhir pekan lalu. Dalam kejadian itu, sudah ada sejumlah anak yang tewas. Selain itu ratusan orang lainnya diketahui masih mengalami gizi buruk dan menderita campak. Selain tim dari Kementerian Kesehatan dan Kemendagri, TNI juga sudah mengirikan personil medisnya ke lokasi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved