Jumat, 1 Mei 2026

PBNU dan Dinamika Organisasinya

Pesan Ulama Sepuh Kalimantan Selatan ke Gus Salam: NU Harus Berbasis Ilmu Pesantren

Gus Salam sowan secara khusus kepada KH. Muhammad Wildan Salman atau Guru Wildan, yang merupakan Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Selatan

Tayang:
HO/IST
PESAN PESANTREN - Usai silahturahmi ke ulama sepuh Banjar, Kalimantan Selatan KH. Muhammad Wildan Salman, Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam mengisi kegiatan pengajian kitab kuning ‘Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Asyfiya’ di Pesantren Raoudlotul Muta’allimin An-Nahdliyyah. 

Ringkasan Berita:
  • Menjelang gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam menyambangi ulama sepuh di tanah Banjar
  • Gus Salam sowan secara khusus kepada KH. Muhammad Wildan Salman atau Guru Wildan, yang merupakan Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Selatan
  • Dalam pertemuan tersebut, Guru Wildan menitipkan pesan penting bagi nahdliyin dan para calon pemimpin NU ke depan

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam menyambangi ulama sepuh di tanah Banjar, Kalimantan Selatan.

Langkah roadshow ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan upaya Gus Salam untuk menyerap nasihat dan arahan terkait arah masa depan organisasi dari para masyayikh.

Baca juga: Gus Ipul jadi Ketua Panitia Muktamar Nahdlatul Ulama 2026

Gus Salam sowan secara khusus kepada KH. Muhammad Wildan Salman atau Guru Wildan, yang merupakan Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Selatan, untuk memohon doa sekaligus wejangan mendalam.

"Saya selalu dan menjadi protokol saya, kalau masuk ke suatu wilayah untuk menggalang kepercayaan ketua-ketua PCNU, saya akan sowan dulu ke Rais Syuriyah dan kiai sepuh setempat. Dan saya sudah sowan silaturahmi ke Guru Wildan," ujar Gus Salam, Minggu (26/4/2026).

Baca juga: Nahdlatul Ulama dan Kepemimpinan Kolektif: Menakar Masa Depan Majelis Syuriyah

Dalam pertemuan tersebut, Guru Wildan menitipkan pesan penting bagi nahdliyin dan para calon pemimpin NU ke depan.

Guru Wildan menekankan bahwa Nahdlatul Ulama harus tetap dijalankan di atas landasan keilmuan pesantren yang kuat serta mengedepankan akhlakul karimah.

"Guru Wildan juga berpesan agar NU dikelola dengan rasa cinta, saling mengasihi, dan menguatkan ukhuwah nahdliyyah," ungkapnya.

Sebagai informasi, Guru Wildan merupakan sosok ulama yang dihormati di Kalimantan Selatan.

Ia adalah murid langsung dari ulama besar Makkah, Yasin al-Fadani, dan saat ini mengasuh Pesantren Darussalam Martapura yang memiliki ribuan santri.

Selain bersilahturahmi, Gus Salam juga mengisi kegiatan pengajian kitab kuning ‘Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Asyfiya’ di Pesantren Raoudlotul Muta’allimin An-Nahdliyyah.

Ketua PP IKAPMAM, Aziz Ja'far, menyebut kehadiran Gus Salam di tengah santri dan pengurus NU setempat bertujuan untuk memperkuat ikatan warga nahdliyin dengan para masyayikh dan pendiri (muassis) NU.

Gus Salam sendiri menegaskan komitmennya untuk tetap memegang teguh karakter santri dalam berorganisasi, dengan meneladani tokoh-tokoh besar seperti KH Bishri Syansuri hingga KH As’ad Syamsul Arifin.

Ia memandang, niat tulus dalam mengabdi di NU merupakan kunci agar pengabdian tersebut tersambung dengan barokah para pendiri.

"Saya adalah santri, niat sendiko dawuh mengikuti arahan, perintah, dan nasihat guru-kiai serta masyayikh NU dan pesantren," pungkas Gus Salam.

Baca juga: Jelang Muktamar, Gus Imron Singgung 3 Pesan Mbah Bisri soal Arah Kepemimpinan NU

Muktamar ke-35 NU

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved