Breaking News:

Aksi Koboi Oknum Brimob Main Tembak di Bogor Bikin Elektabilitas Mantan Polisi di Pilkada Terancam

"Sikap semau gue anggota Brimob itu menunjukkan bahwa ada masalah serius di lembaga elit kepolisian tersebut," tegas Neta S Pane.

www.swatt-online.com
Neta S Pane 

Laporan Reporter Warta Kota, Theo Yonathan Simon Laturiuw

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi ala koboi oknum anggota Brimob di Bogor dinilai dapat mengancam elektabilitas sejumlah mantan anggota Polri di ajang Pilkada serentak di berbagai tahun 2018 ini.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch, Neta S Pane, mengatakan, polisi mesti secepatnya mengambil langkah pemecatan.

"Sebab tindakannya menembak mati anggota Partai Gerindra sudah mencoreng citra Polri dan Korps Brimob," kata Neta dalam keterangan pers tertulisnya, Senin (22/1/2018) pagi.

Neta menilai tindakan Brimob koboi itu bisa mengganggu kepercayaan publik maupun elektabilitas 10 anggota Polri yang akan mengikuti Pilkada Serentak 2018.

Apalagi dalam pilkada itu mantan Dankor Brimob ikut serta dalam Pilkada di Maluku.

Untuk itu Polri harus mengusut tuntas kasus Brimob koboi di Bogor. Pelaku harus dihukum berat dan dipecat dari kepolisian.

Jika melihat kronologis kasus penembakan tersebut, kata Neta, jelas latar belakangnya adalah sikap arogansi aparatur keamanan.

Ada tiga pertanyaan di balik kasus penembakan itu. Pertama, dari mana anggota Brimob tersebut mendapat senjata api karena senjata api yg digunakan untuk menembak korban sepertinya bukan senjata organik Korps Brimob.

Kedua, dari mana anggota Brimob itu bisa mendapatkan motor gede sehingga dia bisa bersikap begitu arogan dan semena mena dengan anggota masyarakat.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved