Senin, 18 Mei 2026

Mudik Lebaran 2018

Menhub Imbau Pemudik Tak Gunakan Sepeda Motor

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mempersiapkan sarana transportasi

Tayang:
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
henry lopulalan/stf
MUDIK DENGAN MOTOR - Pemudik dengan mengunakan motor ketika melintas di Jalan Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu(2/7/2017). Ribuan motor kembali ke Jakarta usai Lebaran di kampung halaman sehari sebelum beraktifitas. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempersiapkan sarana transportasi yang akan dipergunakan untuk mengangkut pemudik yang menjalani libur di kampung halaman saat Hari Raya Idul Fitri 2018.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mempersiapkan sarana transportasi meliputi kendaraan darat, laut, maupun udara. Untuk persiapan mudik, dia sudah mengumpulkan stakeholder terkait pada beberapa waktu lalu.

"Secara umum mudik itu penting dan kami menggarap bukan saja darat," tutur Budi, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Senin (7/5/2018).

Dari tiga jenis moda transportasi itu, dia menilai transportasi udara mempunyai peran yang bisa menampung pemudik dalam jumlah banyak. Sementara itu, transportasi laut akan dicoba menggunakan mudik gratis.

Salah satu contohnya, pemudik menggunakan sepeda motor digratiskan apabila menggunakan jasa transportasi laut mulai dari DKI Jakarta menuju ke Semarang.

Sementara itu, untuk jalur darat, dia menjelaskan, jalur utara dan selatan yang akan dilalui pemudik sudah bagus. Namun, dia meminta melakukan Ramp check. Ramp check untuk memastikan kelaikan kendaraan sebelum jalan.

Menurut dia, instansi Polri bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan Transportasi melakukan pemeriksaan.

"Mudik lebaran itu jika tidak ada lebel Ramp check bus truk itu engga boleh lewat. Karena pengalaman beberapa tahun lalu , rem blong yang engga ada Ramp check nya ya," kata dia.

Selain itu, dia menyoroti pemudik menggunakan sepeda motor. Melihat tingginya angka kecelakaan, dia menyarankan supaya tidak mengendari kendaraan roda dua itu saat pulang kampung.

"Dua tahun berturut-turut dicatat rekor kecelakaan itu 75 persen karena motor. Jadi alangkah indahnya, saya mengimbau jangan menggunakan motor," katanya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved