Breaking News:

Penangkapan Terduga Teroris

Kontrakan Terduga Teroris Sempat Dihuni Terpidana Teroris Sukoharjo

Densus 88 Anti Teror Mabes Polri mengamankan satu terduga teroris berinisial MM di depan Kelurahan Mekar Jaya, Sukmajaya, Depok.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kontrakan yang dihuni terduga pelaku teroris berinisial MM di Sukmajaya, Depok, Sabtu (23/6/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Densus 88 Anti Teror Mabes Polri mengamankan satu terduga teroris berinisial MM di depan Kelurahan Mekar Jaya, Sukmajaya, Depok.

Tepatnya sekitar 12 meter dari kontrakannya yang dihuni oleh empat anak dan seorang istrinya.

Kontrakan yang dihuni itu pernah ditinggali oleh terpidana kasus terorisme Echo Ibrahim yang berperan dalam kasus terorisme di Sukoharjo.

"Kebetulan di rumah yang sama, tahun 2010 kejadiannya memang teroris juga. Echo Ibrahim tinggal di rumah itu. Makannya saya mau ketemu sama pemilik rumahnya. Mau tahu dari mana komunikasi penghuninya dan ada hubungan apa," kata Ketua RT 06/RW 22 Endang Suhendar (64) saat ditemui wartawan, Sukmajaya, Depok, Sabtu (23/6/2018).

Kala itu, Echo juga digerebek oleh anggota Densus 88 saat sedang berada di rumah bersama istri dan anak-anaknya.
Saat digeledah, Densus 88 menemukan ratusan butir peluru dan sejumlah senapan laras panjang.

Keheranan Endang kian bertambah karena rumah kontrakan itu tidak dipasarkan.

Terbukti, sang pemilik tidak memasang papan promosi kontrakan.

Baca: Terduga Teroris di Depok Tak Melawan Saat Diamankan

"Waktu dulu pas Echo digeledah itu memang ada barang buktinya, ada 500 butir peluru kalau enggak salah. Senapan laras panjang, sangkur. Dia juga waktu itu aktif di Perbakin. Kalau yang tadi itu enggak digeledah, cuman polisi masuk dalam rumah," jelasnya.

Dikatakannya, ketika memasuki kontrakan MM yang diduga bagian Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Bogor itu.
Endang menilai isi hunian layaknya rumah keluarga lain pada umumnya.

"Dalam rumahnya biasa saja, tadi istrinya ketakutan. Kalau yang diamanin itu handphone empat sama sepeda motor. Tadi saya jadi sanksinya pas handphonenya diamankan," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved