Mudik Lebaran 2018

Dirjen Perhubungan Darat: Mudik 2018 Angka Kecelakaan, Penggunaan Motor dan Mobil Turun

Dirinya menjelaskan indikator keberhasilan ini dapat dilihat dari menurunnya jumlah kecelakaan selama arus mudik

Dirjen Perhubungan Darat: Mudik 2018 Angka Kecelakaan, Penggunaan Motor dan Mobil Turun
Brian Priambudi/Tribunnews.com
Budi Setiadi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Brian Priambudi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan Angkutan Lebaran 2018 dinilai berhasil terselenggara dengan baik atas kerjasama seluruh pihak.

Dirinya menjelaskan indikator keberhasilan ini dapat dilihat dari menurunnya jumlah kecelakaan selama arus mudik dan balik 2018, serta menurunnya penggunaan sepeda motor dan mobil pribadi selama arus lebaran 2018.

“Indikator keberhasilan angkutan lebaran dapat dilihat ketika masyarakat mulai beralih dari sepeda motor menjadi menggunakan angkutan umum, turunnya jumlah kecelakaan, tingkat kemacetan dan kecepatan rata-rata," ujar Budi pada Malam Apresiasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2018, Jum'at (6/7/2018).

Dari data Kementerian Perhubungan selama masa mudik lebaran, angka kecelakaan menurun hingga sekitar 30 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.   

Dirinya menyebutkan, Kementerian Perhubungan RI yang menggelar Malam Apresiasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2018 merupakan bentuk apresiasi Kementerian Perhubungan kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan Piagam Penghargaan kepada seluruh stakeholder yang membantu pelaksanaan kegiatan Angkutan Lebaran 2018.

Selain itu, Menhub juga memberikan tali kasih kepada keluarga petugas jalan tol Cipali yang mengalami kecelakaan pada saat bertugas dimasa mudik lebaran 2018 yaitu Fahmi Hasyim dan Uus Rustiyana.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menambahkan, tahun depan pihaknya harus lebih berani lagi untuk membuat kebijakan dalam hal pembatasan kendaraan yang boleh melintas selama masa angkutan lebaran.

“Kita harus lebih berani lagi untuk membuat kebijakan dalam hal pembatasan kendaraan baik kendaraan barang, kendaraan pribadi maupun sepeda motor. Kalau angkutan barang (sumbu 3 ke atas) sudah ada polanya tanggal dan jam tertentu tidak boleh melintas. Nah, kalau kendaraan pribadi kan belum ada polanya, makanya perlu diatur agar ada polanya. Untuk sepeda motor sudah kita atur yaitu dengan menawarkan angkutan umum mudik gratis”, ujar Budi.

“Tahun depan kita akan menawarkan agar hari liburnya diatur lagi. Misalnya untuk PNS liburnya tidak berbarengan dengan libur buruh atau karyawan, sehingga mudiknya juga tidak berbarengan," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengharapkan agar kerjasama dan sinergitas antar stakeholder dalam penyelenggaraan kegiatan Angkutan Lebaran ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Hasil dari sinergitas ini terlihat dari Program Mudik gratis yang diselenggarakan oleh Kemenhub, BUMN dan Perusahaan Swasta secara total mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2017.

Program Mudik Gratis untuk sepeda motor mengalami kenaikan sebesar 42,74%, yaitu dari 29.065 sepeda motor menjadi 41.468 sepeda motor.

Sementara itu Program Mudik Gratis penumpang mengalami kenaikan 63,25% dibandingkan tahun 2017 yaitu dari 171.606 orang menjadi 280.141 orang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved