Fahri Hamzah: Seandainya KPK Benar, Artinya Jokowi Tidak Benar
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan komentar terkait presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan komentar terkait presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Melalui akun Twitter-nya, @Fahrihamzah, Minggu (22/7/2018), Fahri mengatakan perbandingan jika KPK benar maka Jokowi-lah yang salah.
Di kicauan tersebut Fahri mempertanyakan tugas presiden yang seharusnya menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Ia menyebut jika setiap hari dalam 4 tahun korupsi bertambah semakin banyak.
"Seandainya @KPK_RI benar, artinya presiden @jokowi tidak benar. Kenapa korupsi semakin banyak? Bukankah tugas presiden menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN?
Nyatanya setiap hari dalam 4 tahun ini korupsi tambah banyak. Siapa salah siapa benar?" tulis Fahri.
"Seandainya @KPK_RI benar soal Lapas Sukamiskin, artinya presiden @Jokowi gagal sebab Lapas itu di bawah kabinet khususnya @Kemenkumham_RI yang diduga ada pembiaran.
Lalu siapa sebenarnya yang benar @jokowi atau @KPK_RI ? Masak yg terus dikorbankan pejabat bawahan?" kicau Fahri Hamzah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/fahri-hamzah_20180614_074318.jpg)