Selasa, 14 April 2026

Fahri Hamzah: Seandainya KPK Benar, Artinya Jokowi Tidak Benar

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan komentar terkait presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan komentar terkait presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Melalui akun Twitter-nya, @Fahrihamzah, Minggu (22/7/2018), Fahri mengatakan perbandingan jika KPK benar maka Jokowi-lah yang salah.

Di kicauan tersebut Fahri mempertanyakan tugas presiden yang seharusnya menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Ia menyebut jika setiap hari dalam 4 tahun korupsi bertambah semakin banyak.

"Seandainya @KPK_RI benar, artinya presiden @jokowi tidak benar. Kenapa korupsi semakin banyak? Bukankah tugas presiden menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN?

Nyatanya setiap hari dalam 4 tahun ini korupsi tambah banyak. Siapa salah siapa benar?" tulis Fahri.

"Seandainya @KPK_RI benar soal Lapas Sukamiskin, artinya presiden @Jokowi gagal sebab Lapas itu di bawah kabinet khususnya @Kemenkumham_RI yang diduga ada pembiaran.

Lalu siapa sebenarnya yang benar @jokowi atau @KPK_RI ? Masak yg terus dikorbankan pejabat bawahan?" kicau Fahri Hamzah.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved