Senin, 13 April 2026

Pilpres 2019

Dinilai Tidak Siap Hadapi Jokowi Penyebab Koalisi Gerindra-Demokrat Buyar

“Kubu penantang Jokowi ini enggak solid dari awal karena mereka sadar sulitnya mengalahkan Jokowi yang petahana,” kata Lili

DOK GERINDRA
Pertemuan antara Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (30/7/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebuntuan yang terjadi di koalisi Prabowo Subianto terkait siapa sosok yang bakal menjadi calon wakil presiden jelang pendaftaran dianggap wajar.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli mengatakan, koalisi yang akan mengusung Prabowo Subianto sebagai capres tersebut memang tidak solid sejak awal.

Baca: Fadli Zon: Cawapres Prabowo Masih Berproses

“Kubu penantang Jokowi ini enggak solid dari awal karena mereka sadar sulitnya mengalahkan Jokowi yang petahana,” kata Lili saat dihubungi, Kamis (9/8/2018).

Lili menyampaikan, PKS, PAN, dan Partai Demokrat sadar tidak memiliki figur yang mampu mengimbangi elektabilitas Jokowi.

Oleh karena itulah mereka mengajukan syarat mendapat posisi cawapres Prabowo.

Tujuannya semata-mata adalah untuk mengamankan perolehan suara partai politiknya masing-masing di pemilu legislatif.

“Kubu penantang pasti mikirnya, daripada kalah enggak dapat apa-apa, mending ngotot mengajukan figur untuk cawapres. Semua mengajukan nama, jadinya alot,” ujar Lili.

Dengan mendapatkan posisi cawapres, kata Lili, partai politik berharap mendapat coattail effect atau efek ekor jas. Efek ini diharapkan dapat meningkatkan perolehan suara mereka pada Pileg 2019.

“Ini realistis, dari pada pilpres kalah terus partai enggak masuk parlemen, kan kayak sudah jatuh tertimpa tangga. Makanya mereka minta cawapres demi coattail effect,” ungkap Lili.

Jelang batas akhir pendaftaran capres dan cawapres ke KPU pada Jumat besok, belum ada kejelasan mengenai cawapres yang akan digandeng Prabowo.

Di Partai Gerindra, nama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menguat untuk mendampingi Prabowo.

Baca: Usai Bertemu Prabowo, Partai Demokrat Gelar Rapat Darurat

Partai Demokrat telah menggelar rapat darurat di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono. PAN juga tengah menggelar Rakernas untuk menentukan arah koalisi.

Sementara itu, PKS pun masih ngotot agar Prabowo menggandeng kadernya, Salim Segaf Al-Jufri, sesuai rekomendasi Ijtima Ulama.

Penulis : Ihsanuddin

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Koalisi Prabowo Dinilai Tidak Solid karena Takut Kalah Sejak Awal

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved