Minggu, 17 Mei 2026

Kisah Paspampres Indonesia, Berawal dari 8 Pemuda yang Jadi Perisai Hidup Soekarno

Maka itulah, setiap 3 Januari, kemudian diperingati sebagai Hari Bhakti Paspampres, untuk mengenang operasi pertama penyelamatan Presiden RI

Tayang:
Editor: Aji Bramastra
montase : Dok. Soekotjo via VIK, Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado
Presiden Soekarno didampingi pengawal (kiri), dan Serda Ambar, Paspampres mengawal Presiden Joko Widodo (kanan). 

Setelah Paspampres menyeleksi sejumlah nama, para calon prajurit ini akan diuji fisik dan psikisnya.

“Kesehatan jiwa ini penting untuk melihat apakah dia bisa mengatasi rasa takut, jika ditugaskan berkali-kali tidak cenderung represif, tidak cenderung bunuh diri, tidak mudah bosan dengan rutinitas yang ada. Jangan sampai mereka memiliki potensi membahayakan VVIP," ujar Fauzi.

Sementara untuk fisik, seorang calon anggota Paspampres harus meraih nilai kesegaran jasmani yang baik, mampu berjalan cepat, berenang 500 meter, dan mahir menembak.

Selain itu, Paspampres akan melakukan penelitian khusus (litsus). Litsus akan menelusuri latar belakang si calon anggota Paspampres mulai dari latar belakang keluarga, pergaulan, karir di militer, potensi kerawanan hingga catatan pelanggaran.

“Yang bergabung ke sini harus bersih, clean semua, tidak ada masalah. Begitu ada masalah atau catatan negatif, langsung dicoret,” tutur Fauzi. (*)

Artikel ini juga tayang di VIK dengan judul : Paspampres, Kisah Para Perisai Hidup

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved