Minggu, 31 Agustus 2025

Roy Suryo Sempat Terusik Surat Kemenpora, Tak Ingin Nama Baiknya Tercemar

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo sempat mengaku terusik dan pusing atas keluarnya surat Kemenpora terkait dengan pengembalian aset negara

Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Yanuar Nurcholis Majid
Wakil Ketua Umum Demokrat Roy Suryo saat ditemui di Restoran Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (21/4/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo kepada kuasa hukumnya, Tigor P Simatupang sempat mengaku terusik dan pusing atas keluarnya surat Kemenpora terkait dengan pengembalian aset negara.

Menurut Tigor, Roy sebagai calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Demokrat, tidak ingin nama baiknya tercemar karena masalah itu.

"Iya lah pasti sempat stres juga. Pusing dia pas tahu ada surat itu. Apalagi sebenarnya yang diminta?" ujar Tigor kepada Tribun, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Posisinya sangat tidak diuntungkan, terlebih kicauan masyarakat di media sosial sangat menyudutkan kliennya.

Banyak warga net yang sebagian besar mem-bully ketika surat permintaan pengembalian barang bocor ke media sosial. 

"Nah sempat merasa netizen itu jahat-jahat sekali. Karena menjadi bahan olok-olok," jelas dia.

Baca: Wakil Komandan Yonif Armed 15/105 Martapura Meninggal Usai Mobil yang Ditumpanginya Tabrak Truk

Namun, saat Tigor mengatakan barang-barang yang diminta tidak masuk akal, pandangan di media sosial semakin berubah.

Banyak dari warganet yang akhirnya berpikir ulang mengenai surat edaran itu.

"Ya sekarang sudah mulai reda lah. Pak Roy juga tidak pusing lagi. Bagaimanapun dia kan mau maju lagi. Nama baiknya harus dipulihkan," ujarnya. 

Tigor menguraikan, barang-barang yang diminta oleh Kemenpora adalah pembelian dari kementerian. Bukan pembelian oleh Roy ketika menjadi menteri. 

Harusnya, dia meminta kepada BPK untuk mengaudit Kemenpora, karena diduga telah melakukan mark-up. Tetapi, mencari kambing hitam agar tidak disalahkan. 

"Ya bukan tidak mungkin kan yang salah justru Kemenpora. Bukan Pak Roy. Barang-barang itu kan yang beli kementerian," tegasnya.

Pihaknya juga akan meminta konfirmasi ulang dari Kemenpora terkait keseluruhan nilai barang yang dikatakan mencapai Rp 9 miliar.

Baca: Pesawat Wings Air Pecah Ban di Bandara Gewayantana Flores Timur

"Nah itu, bagaimana ceritanya bisa sampai segitu besar? Memang barang apa saja bisa sampai segitu? Sendok, garpu, panci, kamera? Sampai segitu harganya? Yang benar lah," imbuhnya.

Rp 9 Miliar
Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora) Imam Nahrawi menyatakan, nilai barang yang belum dikembalikan mantan Menpora Roy Suryo mencapai Rp 9 miliar.

"Setahu saya Rp 8 miliar sampai Rp 9 miliar," ujar Imam Nahrawi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/9/2018).

Menurut Imam Nahrawi, surat permintaan pengembalian barang milik negara‎ kepada Roy Suryo, merupakan hasil dari laporan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) pada 2016, dan pihak BPK pun telah melayangkan surat kepada Roy Suryo.

"Pokoknya kami menerima hasil BPK, angka itu kami dapatkan dari pemeriksaan. ‎Saya berharap betul supaya diselesaikan, agar tidak ada yang mengganjal pemeriksaan kita di masa yang datang," papar Imam Nahrawi.

Namun, terkait jenis barang apa saja yang belum dikembalikan politikus Partai Demokrat itu, Imam Nahrawi tidak mengetahuinya secara rinci.

Baca: 454 Jemaah Haji Tiba di Bandara Sepinggan Balikpapan dengan Selamat Meski Terlambat 1,5 Jam

"Saya tidak detail, kamera saja yang saya ingat," ucap Imam Nahrawi.

Terkait tenggat waktu yang diberikan Roy Suryo mengembalikan barang milik negara, Imam Nahrawi pun tidak menyebut waktu yang pasti.

Tetapi diharapkan, agar dikembalikan secepat mungkin, agar tidak terjadi polemik berkepanjangan.

"Ya dikembalikan sampai kapan pun, dan segeralah ditindaklanjuti dengan baik tanpa banyak polemik dan tidak ada yang mengganjal pemeriksaan kita di masa yang datang," harap Imam Nahrawi.

Polemik Roy Suryo dengan Kemenpora tersebut bermula dari surat yang diterbitkan Kemenpora tertanggal 1 Mei 2018.

Surat tersebut ditujukan kepada Roy Suryo sebagai mantan Menpora.

Dalam surat tersebut Kemenpora meminta Roy Suryo mengembalikan 3.226 barang milik negara.

Menanggapi hal tersebut, Roy Suryo merasa difitnah. Ia tidak pernah merasa membawa barang milik negara sewaktu menjabat menteri.

Roy Suryo mengatakan tudingan tersebut fitnah dan kental muatan politis.

"Terhadap aset BMN Kemenpora sebanyak 3.226 unit yang disebut-sebutkan masih saya bawa? Padahal tidak sama sekali," kata Roy. (tribunnews/amriyono prakoso)

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan