Berita Parlemen

Pemerintah Diminta Revisi Iklan Rokok

Pemerintah didesak untuk merevisi iklan layanan masayarakat terkait iklan rokok yang cukup mendeskreditkan

Pemerintah Diminta Revisi Iklan Rokok

Pemerintah didesak untuk merevisi iklan layanan masayarakat terkait iklan rokok yang cukup mendeskreditkan.

Contohnya, peringatan di bungkus rokok atau gambar yang tertera mengatakan merokok dapat membunuh dan mematikan, kata-kata itu sangat menyeramkan.

“Sebaiknya pemerintah membuat sebuah peringatan kalau merokok dapat menyebabkan kanker, gangguan impotensi dsb. Itu mungkin masih lebih baik, tapi kalau ada tulisan merokok itu membunuhmu, tidak pas,” tegas anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan baru-baru ini usai mengikuti kunjungan spesifik ke beberapa rokok di Jatim.

Pasalnya, lanjut Heri, dengan menggunakan kata-kata seperti itu ataupun gambar yang terdapat dari bungkus rokok yang menyeramkan rasanya sangat tidak pantas dan membuat masyarakat takut.

Meski demikian, lanjut dia, walaupun iklannya disampaikan seperti saat ini industri rokok sendiri masih cukup banyak dan tidak membuat produksi rokok berkurang.

Untuk itu dia meminta kita harus melihat secara objektif jangan melihat secara subjektif kontribusi pabrik rokok. Dimana kontribusi cukai rokok di Jawa Timur itu kurang lebih 90 triliyun dari target sebesar Rp175 triliyun.

“Saya pikir semua berbalik ke pemerintah, agar bisa menggambarkan peringatan rokok dengan bijak, bukan membuat gambar yang menyeramkan. Toh walaupun dibuat gambar menyeramkan, industri rokok dan peminat rokok juga tidak turun, bahkan rokok menjadi salah satu aspek baru dalam inflasi,” tutup politisi Gerindra ini. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved