OTT KPK di Senayan

Bupati Labuhanbatu Utara Jadi Saksi Kasus Suap Dana Perimbangan di Pengadilan Tipikor Jakarta

‎Bupati Labuhanbatu Utara, Khairuddin Syah Sitorus, Senin (10/12/2018) siang menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Bupati Labuhanbatu Utara Jadi Saksi Kasus Suap Dana Perimbangan di Pengadilan Tipikor Jakarta
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
‎Bupati Labuhanbatu Utara, Khairuddin Syah Sitorus, Senin siang (10/12/2018) menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Bupati Labuhanbatu Utara, Khairuddin Syah Sitorus, Senin (10/12/2018) siang menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Hadir menggunakan kemeja putih lengan panjang, Khairuddin Syah Sitorus bersaksi untuk terdakwa Yaya Purnomo, Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu.

Dalam keterangannya, Khairuddin Syah‎ Sitorus mengaku sama sekali tidak pernah kenal dengan Yaya Purnomo terdakwa perkara dugaan suap usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P 2018.

Baca: Seorang Ayah di Sumatera Selatan Gorok Leher Anak Kandungnya Hingga Tewas

"Saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan terdakwa. Setelah ada perkara ini baru tahu soal terdakwa dan jabatannya," ucap Khairuddin Syah Sitorus di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ketika dicecar jaksa soal adanya fee untuk terdakwa Yaya Purnomo dan Rifa terkait pengusulan dan pencairan DAK 2018 untuk pembangunan RSUD Aek Kanopaan Rp 30 miliiar.

Khairuddin Syah Sitorus mengaku sama sekali tidak tahu soal adanya fee untuk pengurusan DAK.

Hanya memang dia mendapatkan laporan dari Kepala Dispenda Labuhanbatu Utara Agusman Sinaga soal permintaan uang dari pusat (Kementerian Keuangan) tapi tidak disebutkan siapa orangnya.

"‎Di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bapak, ada laporan dari Agusman soal permintaan uang dari Kemenkeu. Lalu jawaban saksi : Wah saya gak tahu urusan uang, kau urus saja. Ini maksudnya apa pak? Apa ini artinya restu untuk memberikan uang? " tanya jaksa KPK.

Baca: Respons Sekjen PSI Sikapi Dukungan DPW PAN Kalimantan Selatan untuk Jokowi-Maruf

Khairuddin Syah Sitorus menjelaskan maksud perkataannya "kau urus saja" bukan sebagai bentuk restu untuk memberikan fee.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved