Polisi di Mata Masyarakat Papua: Dari Menakutkan Hingga Merasa Terbantu

Kepala Suku Lani di Wamena, Papua, Maximus Lani, menceritakan bagaimana masyarakat Papua menerima kehadiran anggota kepolisian.

Polisi di Mata Masyarakat Papua: Dari Menakutkan Hingga Merasa Terbantu
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Maximus Lani, Kepala Suku Lani di Wamena, Papua di Hotel Diradja, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi ternyata sempat dipandang sebagai ancaman bagi masyarakat Papua.

Hal ini diungkapkan Maximus Lani, Kepala Suku Lani di Wamena, Papua.

Ia bercerita awalnya masyarakat merasa takut bila aparat penegak hukum berada dekat dengan mereka.

Alasannya, kehadiran aparat identik dengan masalah.

Baca: Polisi Bakal Selidiki Kasus Pengeroyokan Pengemudi Ojek Online di Stasiun Manggarai

"Dulu kami takut kalau ada TNI atau Polri. Pasti kalau ada mereka itu ada masalah," ujar Maximus, di Hotel Diradja, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).

Namun, pandangan itu berubah drastis usai Satgas bidang pembinaan masyarakat (Binmas) Noken Polri diterjunkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Menurutnya, karena program yang diberikan dan pendekatan secara 'soft approach', masyarakat Papua mulai bisa menerima kehadiran polisi.

Baca: Jusuf Kalla: Pemerintah Terus Berupaya Selesaikan Kasus HAM, Tapi Memang Tidak Mudah

Apalagi, satgas tersebut membantu masyarakat Papua untuk semakin berdaya dan berkembang.

"Tapi sekarang hadirnya Binmas ini, masyarakat kami sangat disentuh langsung dan kami terbantu secara ekonomi,” kata pria berusia 82 tahun itu.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved