Survei LSI Ungkap Reuni 212 Tak Berefek Elektoral, Ma’ruf Amin: Dugaan Kami Tepat

Ma’ruf Amin mengaku sudah memprediksi bahwa Reuni Akbar 212 tak akan berefek signifikan secara elektoral di Pemilu 2019

Survei LSI Ungkap Reuni 212 Tak Berefek Elektoral, Ma’ruf Amin: Dugaan Kami Tepat
Fransiskus Adhiyuda
Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren Al Masthuriyah, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (19/12/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin mengaku sudah memprediksi bahwa Reuni Akbar 212 tak akan berefek signifikan secara elektoral di Pemilu 2019.

Pengakuan cawapres pendamping Joko Widodo (Jokowi) itu untuk merespons temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menunjukkan elektabilitas duet bernomor urut 01 itu tetap meningkat pasca-aksi Reuni Akbar 212.

Ma’ruf mengatakan, dirinya sejak semula meyakini Reuni Akbar 212 tak akan berpengaruh pada elektabilitasnya.

Hanya saja, mantan rais aam syuriah Nahdlatul Ulama (NU) itu memang tak mau mendahului hasil survei.

“Ketika hasil survei mengatakan 212 tidak berpengaruh, berarti dugaan kami tepat. Bahwa memang 212 tidak berkaitan dengan soal elektabilitas,” kata Ma'ruf di Pondok Pesantren Al Masthuriyah, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (19/12/2018).

Ulama kondang yang akrab disapa dengan panggilan Abah itu menuturkan, Reuni 212 memang tak ada kaitannya dengan elektabilitas pasangan calon presiden dan cawapres.

Buktinya, kata Abah, duet Jokowi - Ma’ruf terus menerima dukungan dari berbagai kalangan.

Ketua umum nonaktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga baru saja menerima deklarasi dukungan dari masyarakat Sukabumi Raya.

Mayoritas nama dalam daftar penandatangan deklarasi itu adalah kiai dan ulama.

“Di luar dugaan saya bahwa dukungan begitu besar, antusias dan mereka membuat deklarasi siap memenangkan (Jokowi - Ma’ruf). Ulama-ulama sepuh semua datang, sampai jaraknya 50 kilometer dari Sukabumi paling ujung selatan mereka hadir.

Artinya betul-betul mereka antusias karena itu kami punya harapan dan keyakinan bahwa di Sukabumi akan memenangkan (Jokowi - Ma’ruf) di pilpres akan datang,” pungkas kiai yang dikenal sebagai pakar ekonomi syariah itu.

Sebelumnya, LSI merilis hasil survei terbarunya bertitel “Pertarungan Jokowi Vs Prabowo” Setelah Reuni 212. Berdasar temuan LSI, ternyata Reuni 212 tidak berpengaruh signifikan karena elektabilitas Jokowi - Ma’ruf masih di kisaran 54,2 persen, sedangkan Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Sandiaga Uno hanya memiliki tingkat keterpilihan 30,6 persen.

Survei LSI justru memperlihatkan elektabilitas Jokowi - Ma’ruf naik setelah Reuni 212. Sebab, elektabilitas Jokowi - Ma’ruf pada survei November lalu masih di angka 53,2 persen.

Sebaliknya, elektabilitas Prabowo - Sandi yang saat ini di angka 30,6 persen justru turun dibandingkan survei sebelumnya. Survei LSI November lalu menunjukkan elektabilitas duet bernomor 02 itu di angka 31,2 persen.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved