Pimpinan KPK Diteror
Kadensus 88 Antiteror Dilibatkan Selidiki Teror di Dua Kediaman Pimpinan KPK
Selain Kadensus 88 Antiteror, Argo menyebut tim dari Polda Metro Jaya juga turut menyelidiki ke lokasi.
Penulis:
Vincentius Jyestha Candraditya
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Detasemen Khusus (Kadensus) 88 Antiteror Polri, Irjen Pol Syafii turut dilibatkan menyelidiki teror diduga bom di dua kediaman pimpinan KPK.
Hal ini diutarakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.
Selain Kadensus 88 Antiteror, Argo menyebut tim dari Polda Metro Jaya juga turut menyelidiki ke lokasi.
"Dari tim Mabes Polri yang Kadensus, dari Polda Metro Jaya ada Inafis Puslabfor, kita bentuk tim untuk mengungkap siapa pelakunya," ujar Argo, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2018).
Kepolisian, kata dia, telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku dalam kasus ini.
Namun, hingga saat ini Argo mengatakan belum ada kejelasan siapa yang menjadi pelaku.
"Kalau sudah ada titik terang, kami sampaikan," kata dia.
Baca: Cerita Johan Budi Kerap Diteror Saat Masih Bekerja di KPK
Sebelum diberitakan, Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan, diteror dengan dua buah bom molotov. Satu diantara bom tersebut tidak meledak.
"Di kediaman Pak Laode ada bom molotov, botol isi bahan bakar, dua biji dilemparkan," ujar Argo, ketika menyambangi Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2018).
"Sekali tidak menyala, utuh, yang (molotov) kedua pecah," imbuhnya.
Baca: Sederet Fakta Pembunuhan Siswi SMK di Bogor: Korban Sudah Diintai Hingga Motif Pelaku
Sementara teror di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi masih terus dilakukan penyelidikan.
Argo menyebut benda yang diduga mirip bom pipa pralon itu masih diidentifikasi oleh Puslabfor Polri dan tim Inafis Polri. "Kita cek sama Labfor dan Inafis," kata Argo.