Jumat, 29 Agustus 2025

BPJS Kesehatan Luncurkan Sampel Data untuk Penelitian & Dasar Pengambilan Kebijakan

Data itu diharapkan bisa digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan gelar acara peluncuran data sampel yang merepresentasi seluruh data kepesertaan dan jaminan pelayanan kesehatan.

Data itu diharapkan bisa digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Ildris menyatakan, data tersebut merupakan aset yang sangat berguna, khususnya untuk penelitian.

Hal tersebut dinyatakannya saat jumpa pers di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (25/2/2019).

Baca: Terinspirasi Cristiano Ronaldo, Penyerang Napoli Cetak Gol Free Kick

“Data yang kami miliki adalah aset yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian atau pengambilan kebijakan yang kredibel berbasis bukti. Hal ini juga sebagai salah satu wujud transparansi BPJS Kesehatan dalam memberikan informasi pada publik,” kata Fachmi Ildris.

BPJS Kesehatan adalah penyelenggara jaminan kesehatan dengan jumlah peserta paling banyak di dunia.

Oleh sebab itu, tak jarang data BPJS Kesehatan menjadi salah satu sumber data terbesar yang digunakan banyak pihak, termasuk peneliti dan akademisi.

Data sampel BPJS Kesehatan merupakan perwakilan dari basis data kepesertaan dan jaminan pelayanan kesehatan sepanjang 2015 dan 2016.

Data diambil menggunakan metodologi pengambilan sampel yang melibatkan beberapa pihak, termasuk akademisi. Selain itu, pembentukan data sampel ini bertujuan untuk mempermudah akses oleh publik.

Fachmi menegaskan, pengelolaan data sampel bagian untuk pengambilan kebijakan dalam program jaminan kesehatan bukan hal baru di dunia.

Lebih jauh ia mencontohkan penyelenggara jaminan kesehatan di Korea Selatan, National Health Insurance Service (NHIS) juga memiliki NHlS-National Sample Cohort yang merupakan database berupa data sampel sebanyak 2 perden dari total populasi Korea Selatan.

Kemudian, di Taiwan melalui National Health Insurance Research Database (NHIRD).

Lembaga tersebut menjadi sumber data bagi pengambil kebijakan dan penelitian kesehatan. NHIRD misalnya, memberikan data set dalam 3 bentuk yang mencakup 2 juta subjek yang dide-identifikasi, dataset penyakit, dan data populasi lengkap.

Sementara itu, data sampel BPJS Kesehatan disajikan dari 111 variabel yang dapat diolah, yang terdiri atas 15 variabel kepesertaan, 23 variabel pelayanan kapitasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 20 variabel Pelayanan non-kapitasi FKTP, dan 53 variabel pelayanan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (F KRTL) yang saling terhubung melalui variabel nomor kartu peserta.

"Berdasarkan sampel ini, diambillah sampel data pelayanan kesehatan di FKTP dan FKRTL. Proses pengambilan data sampel ini dilakukan bersama statistisi, sehingga bisa menghasilkan akurasi yang baik,” kata Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan