Breaking News:

MUI Perlu Waktu Sebulan Kaji Fatwa Game PUBG

MUI memerlukan waktu sekitar 1 bulan untuk mengkaji game Player Unknowns Battlegrounds (PUBG), sebelum mengeluarkan fatwa tertentu

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah Gamers bertanding game online PUGB mobile dalam turnamen 'NXL Mobile Esport Cup 2019' di lantai dasar Mangga Dua Mall di Jakarta, Minggu (17/3/19). Turnamen yang diikuti ratusan gamers bertanding di game Mobile Legends dan PUBG Mobile diharapkan kedepannya pemerintah mendorong ekosistem yang positif dan sehat serta tidak menggangu kegiatan belajar mengajar. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Amirsyah Tambunan mengatakan, MUI memerlukan waktu sekitar 1 bulan untuk mengkaji game Player Unknowns Battlegrounds (PUBG), sebelum mengeluarkan fatwa tertentu.

"Paling lama satu bulan bisa kita (keluarkan fatwa) bahkan lebih cepat lebih baik kan. Supaya orang tidak bingung. Tidak ada keraguan, justru harus ada kepastian," dia saat ditemui, di Kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019).

Ia menerangkan, sejauh ini MUI masih meminta masukan dari berbagai pihak, agar menghasikan kajian yang menyeluruh.

Menurutnya, ada game yang berkategori positif seperti mengedukasi anak-anak.

Namun pula ada game yang berkategori negatif, di mana para pemainnya dapat menghabiskan waktu, membuat pikiran orang ketergantungan, dan juga melalaikan tugas-tugas sebagai mahasiswa dan pelajar.

Baca: Wacana PUBG Haram, 8 Artis yang Justru Ketagihan Main Mobile Game Ini

"Sesungguhnya ya lebih banyak mudharat. Oleh karena itu apakah fatwanya segera akan diterbitkan, itu tergantung pada kajian akademik yang diberikan masukan oleh berbagai pihak. Aspek kesehatan, psikologi, semua pihak kita minta masukan," jelas Amirsyah.

Sebelumnya, permainan tembak menembak tersebut menjadi sorotan usai penembakan brutal di dua masjid di Selandia Baru.

Wasekjen MUI Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan game PUBG perlu diteliti karena dikhawatirkan menimbulkan perilaku teroris.

"Kalau itu jelas-jelas mempunyai efek yang besar terhadap perilaku teroris, itu pasti akan dikeluarkan fatwa yang melarang. Tentu akan melarang kaum muslimin menggunakan game itu," kata Zaitun
di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi No 15, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved