Dua Catatan Penting YLKI Agar MRT Jakarta Berfungsi Optimal

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi memberikan dua poin penting dalam pengoperasian angkutan massal MRT Jakarta.

Dua Catatan Penting YLKI Agar MRT Jakarta Berfungsi Optimal
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kereta melintas di Stasiun MRT Fatmawati Jakarta saat uji coba publik, Selasa (12/3/2019). Mulai Selasa 12 Maret hingga 24 Maret mendatang, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase I rute Bundaran HI-Lebak Bulus melakukan uji coba gratis untuk warga yang sudah melakukan pendaftaran. Selama uji coba, diperkirakan kereta bakal mengangkut sebanyak 285.600 penumpang. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi memberikan dua poin penting dalam pengoperasian angkutan massal MRT Jakarta.

Menurutnya agar kinerja MRT Jakarta benar-benar optimal, perlu didukung beberapa langkah strategis lainnya khususnya dalam hal rekayasa lalu lintas.

“Pertama upaya pengendalian atau pembatasan kendaraan pribadi di koridor yang dilewati MRT Jakarta. Tanpa upaya pengendalian penggunaan kendaraan pribadi, maka kepeminatan pengguna kedaraaan bermotor pribadi untuk migrasi ke MRT akan minim,” kata Tulus Abadi, Rabu (27/3/2019).

Baca: MMKSI Tambah Jaringan Diler dan Fasilitas Bodi Cat di Cipondoh

Kedua, mendesak untuk adanya transportasi pengumpan yang mengintegrasikan dengan stasiun MRT.

"Adanya tiket MRT yang terintegrasi dengan tiket transportasi pengumpan, terutama terintegrasi dengan tiket Transjakarta,” ujarnya.

Kendati terbilang terlambat, putusan dan persetujuan yang dibuat Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI terkait besaran tarif MRT Jakarta tetapi tetap layak diberikan apresiasi.

Baca: Jadwal Siaran Langsung beIN Sports Liga Italia Pekan 29, Roma vs Napoli, Sampdoria vs Milan

Besaran tarif Rp 8.500 yang berbasis distance based, juga merupakan skema tarif yang cukup fair dan akomodatif bagi kepentingan konsumen.

Pemprov DKI Jakarta dan managemen MRT Jakarta, harus belajar atas kasus yang dialami Kereta Bandara dan LRT Palembang yang hingga kini belum optimal kinerjanya karena masih minim penumpang.

Jangan sampai MRT Jakarta mengulang kejadian yang dialami LRT Palembang dan Kereta Bandara tersebut.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved