Di Depan Menristekdikti, Dosen UI Demo Sistem Pengenalan Obyek Kendaraan

Sistem ini bisa diterapkan pertama di UI sehingga bisa diketahui berapa mobil yang masuk dan mobil yang keluar bahkan ketersediaan lokasi parkir.

Di Depan Menristekdikti, Dosen  UI Demo Sistem Pengenalan Obyek Kendaraan
TRIBUNNEWS.COM/THERESIA
Fakultas Ilmu Komputer UI Demo Sistem Pengenalan Obyek Kendaraan di Hadapan Menristekdikti 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - ‎Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir meninjau langsung Tokopedia-UI Artificial Intelligence (AI) Center of Excellence.

Peninjauan dilakukan bersama dengan CEO Tokopedia William Tanuwijaya, VP of Engineering Tokopedia Herman Widjaja, Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis, Director-SEA Region NVIDIA, Ettikan Karuppiah dan Dekan Fasilkom UI Mirna.

Dalam sesi itu, Irvan seorang dosen di Fakultas Ilmu Komputet UI melakukan demo bagaimana bisa membuat program sistem pengenalan obyek kendaraan menggandeng teknologi AI.

Baca: Persija Jakarta Tersingkir, Kalteng Putra Menang Dramatis via Adu Penalti

Melalui sebuah layar datar, Irvan menunjukkan bagaimana setiap kendaraan yang masuk ke UI bisa terdeteksi dengan mudah baik itu nomor polisi kendaraan maupun warna kendaraan.

Canggihnya lagi sensor yang terpasang tidak hanya mampu membaca satu kendaraan saja melainkan beberapa kendaraan lainnya baik itu roda empat ataupun roda dua.

Baca: Menristekdikti Beberkan Dampak AI Center of Excellence di Dunia Pendidikan

"Sistem ini terus dikembangkan, sejauh ini sistem bisa membaca 42 tipe merk kendaraan, warna kendaraan, 12 logo kendaraan. Sistem ini multifungsi tidak hanya baca satu kendaraan tapi juga multi deteksi," ungkap Irvan.

Melihat demo tersebut, Mohammad Nasir langsung mengapresiasi. Menurutnya sistem ini bisa diterapkan pertama di UI sehingga bisa diketahui berapa mobil yang masuk dan mobil yang keluar bahkan ketersediaan lokasi parkir.

"‎Bagus ini, kalau bisa nanti ditampilkan berapa kendaraan yang masuk dan keluar. Ini juga bisa kerja sama dengan kepolisian untuk masalah ganjil genap," ungkap Mohammad Nasir.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved