Suap Proyek PLTU Riau 1

Begini Aktivitas Kantor PLN Pasca KPK Tetapkan Sofyan Basir sebagai Tersangka

Tribun sempat dilarang masuk ke kantor tersebut oleh petugas keamanan di depan gerbang.

Begini Aktivitas Kantor PLN Pasca KPK Tetapkan Sofyan Basir sebagai Tersangka
Reza Deni/Tribunnews.com
Aktivitas kantor pusat PLN di Kebayoran Baru 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivitas kantor pusat PLN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tak ada yang signifikan pasca ditetapkannya Dirut PLN Sofyan Basir sebagai tersangka oleh KPK, Selasa (23/4/2019) sore kemarin.

Tribun sempat dilarang masuk ke kantor tersebut oleh petugas keamanan di depan gerbang.

Namun, petugas keamanan kemudian mengizinkan masuk setelah Tribun mengatakan ada janji bertemu dengan Direksi PLN.

"Kami hanya melaksanakan tugas ya, karena sekarang lagi panas kan situasinya," kata petugas keamanan tersebut di lokasi, Rabu (24/4/2019).

Sesampai di lobi lantai dasar, sejumlah pegawai PLN pusat hilir mudik.

Beberapa pegawai yang mengenakan seragam putih lengkap dengan tanda pengenal di kantong kemeja mereka tampak membawa berkas seraya berjalan menuju pintu masuk.

Ada pula pegawai yang berjalan keluar dari ruangan satu menuju ruangan lainnya, serta memasuki kantor Bank BRI yang terletak di samping pintu masuk.

Baca: Kerap Diretas, Lokasi Penghitungan Real Count BPN Berpindah-pindah

Petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk lobi tampak memeriksa bawaan tetamu yang masuk ke rruangan.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja mengumumkan tersangka baru dalam kasus Dugaan Suap terkait Kesepakatan Kontrak Kerjasama Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Berdasarkan pengembangan perkara tersebut, komisi anti rasuah menemukan cukup bukti terkait adanya keterlibatan pihak lain.

Wakil ketua KPK Saut Situmorang didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019) sore.

"Dalam perkembangan proses penyidikan dan setelah mencermati fakta-fakta yang muncul di persidangan hingga pertimbangan hakim, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak lain dalam dugaan tindak pidana korupsi suap terkait kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau-1," kata Saut.

Dari pengembangan dan penemuan bukti yang cukup itu, kata Saut, KPK akhirnya menetapkan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir (SFB) sebagai tersangka baru dalam kasus itu.

"KPK kemudian meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan tersangka SFB, Direktur Utama PT PLN (Persero)," jelas Saut.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved