Pemilu 2019

Kisah Penjual Cakwe Hingga Pengantar Galon yang Bakal Jadi Caleg, Sebagian Menang

Bagi para politikus yang ikut menjadi calon legislatif, Pemilu merupakan ajang pembuktian baginya seberapa kuat pengaruh hingga bisa terpilih

Kisah Penjual Cakwe Hingga Pengantar Galon yang Bakal Jadi Caleg, Sebagian Menang
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Nur wahid maju sebagai caleg DPRD Kota Bekasi melalui Partai Gerindra 

Dengan keterbatasan dana, dirinya tidak berhenti berpikir bagaimana cara berkampanye dengan mengeluarkan biaya kecil.

Selain itu dirinya juga memaksimalkan posisinya sebagai pengurus Organisasi Muhammadiyah.

Usahanya merupakan warisan orangtuanya yang sudah berdiri sejak 1970-an.

Baca: Fakta-fakta Terbaru Video Dua ABG Bali Berhubungan Intim di Mobil

Baca: Wajah Anaknya Kerap Disembunyikan, Anggun C Sasmi Akhirnya Unggah Foto Kirani Tanpa Disensor

Usaha tesebut ia teruskan pada tahun 2006 setelah sebelumnya dirinya berkecimpung di dunia bisnis transportasi.

Dwi Handoko harus rela banting stir sebagai tukang reparasi sepatu lantaran bisnis transportasi bangkrut.

Ia menceritakan, hasil dari bisnis sol sepatu tidak menentu.

Kurang lebih ia mendapat Rp 50 ribu perharinya.

"Dari hasil itu untuk membiayai keluarga dan juga sekolah anak, anak pertama alhamdulillah diterima sebagai CPNS sedangkan anak kedua saya baru skripsi," katanya.

Ia mengaku, setiap beberapa hari sekali mengikuti pengajian rutin, dari situlah dirinya mengajak para jemaah untuk berdiskusi mengenai pencalegan yang ia lakukan.

"Bukan pada pengajiannya, tetapi setelah pengajian itu saya memperkenalkan diri dan mengajak berdiskusi dan hingga saat ini belum pernah diperingatkan oleh Bawaslu," katanya.

Tak berhenti sampai di situ, dirinya juga bertandem dengan caleg provinsi maupun pusat untuk memperkenalkan dirinya kepada warga.

Dwi juga mengaku tidak membuat baliho atau rontek yang dipasang di pinggir jalan.

"Saya hanya membuat stiker-stiker kecil yang ditempelkan di beberapa tempat, saya ingin membuktikan bahwa caleg itu bukan diukur dari materi yang dipunyai tetapi caleg berkualitas diukur dari Sumber Daya Manusia (SDM)," jelasnya.

Dalam Pemilu 2019 kali ini, dirinya menargetkan sebanyak 2.500 suara yang sebagian didapat dari organisasi Muhammadiyah maupun tetangga sekitarnya.

Jika terpilih nanti ia akan memperjuangkan wong cilik dan tidak akan lupa kepada para pemilihnya.

Tukang Kopi Keliling Diajak Pelanggannya Maju Caleg

Terakhir, kisah Eha Soleha, seorang pedagang kopi keliling yang berani maju sebagai caleg DPRD Kota Cilegon.

Cerita pedagang kopi keliling, Eha Soleha maju sebagai Cale
Cerita pedagang kopi keliling, Eha Soleha maju sebagai Caleg DPRD Kota Cilegon (Repro YouTube Mata Najwa di Trans7) (Repro Youtube Mata Najwa di Trans7)

Janda yang maju sebagai caleg dari PPP ini memberanikan diri meski tidak memiliki modal.

Dalam acara Mata Najwa yang tayang di Trans7 , Kamis (7/3/2019) ini, Eha Soleha menceritakan bagaimana dirinya bisa maju sebagai caleg.

Selama 3 tahun ini, Eha Soleha bekerja sebagai pedagang kopi keliling.

Ia berdagang kopi di pasar mulai dari tengah malam hingga pagi hari.

Saat berjualan, dirinya tiba-tiba diajak oleh pelanggan istimewanya untuk maju sebagai caleg.

"Yang ngajak saya nyaleg itu pelanggan kopi saya, pelanggan istimewa ternyata dia Ketua DPC PPP," kata Eha Soleha dalam acara yang dipandu Najwa Shihab itu.

Lanjutnya, ia diajak maju sebagai caleg karena dianggap menginspirasi.

Eha pun menuturkan cerita lucunya saat pelanggannya itu meyakinkannya untuk maju sebagai caleg.

"Kamu mau gak dijadiin caleg. Kamu janda kan? mau ya ta' jadiin caleg. Ya barangkali biar dapet laki," katanya seraya diikuti tawa oleh para penonton di studio.

Pedagang Cakwe

Nur Wahid (47) caleg DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra yang memiliki profesi sebagai pedagang cakwe masih optimis lolos sebagai wakil rakyat.

Pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah ini mengaku, hingga saat ini dia masih berharap perolehan suaranya mampu mengantarkan dirinya duduk di kursi parlemen.

Meski demikian, Nur Wahid hingga kini belum mengetahui seberapa besar perolehan suara yang dia dapat usai pemungutan suara Rabu, 17 April 2019 lalu.

"Belum tahu saya, belum saya juga masih cari data, nanti kalau sudah saya kabarin, saya masih optimis," kata Nur Wahid saat dikonfirmasi, Kamis (25/4/2019).

Nur wahid maju sebagai caleg DPRD Kota Bekasi melalui Partai Gerindra
Nur wahid maju sebagai caleg DPRD Kota Bekasi melalui Partai Gerindra (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Dia menambahkan, saat ini tim saksi dari partai masih melakukan pengawalan rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk pemilih DPR RI.

Meski begitu, dia bersama timnya sambil menunggu penghitungan suara di tingkat kecamatan, hingga kini terus mengumpulkan data salinan C1 penghitungan suara di tiap-tiap TPS.

"Saya sampai saat ini masih ngumpulin C1, saksi juga masih ngawal suara di rekapitulasi PKK, lagi nunggu penghitungan DPR-RI, nanti kan terkahir untuk yang DPRD Kota," jelas dia.

Nur Wahid maju sebagai caleg DPRD Kota Bekasi di daerah pemilihan (Dapil) 3 meliputi Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Mustikajaya, dan Kecamatan Bantar Gebang. Di dapil tersebut, terdapat 10 kursi anggota legislatif yang diperebutkan ratusan caleg dari 20 partai.

Dia mengaku sampai saat ini belum mau bicara banyak terkait perolehan suaranya, dia sejauh ini masih optimis dan berdoa agar dapat lolos menjadi salah satu legislator di Kota Bekasi.

"Nanti saya kabarin lagi (kalau sudah sudah ada kepastian), yang pasti saya masih optimis," tandasnya.

Tukang Bakso

Sementara dari Kota Sukabumi caleg dari Partai Nasdem, Yudi Esmanto yang berprofesi sebagai penjual bakso lolos menjadi anggota legislatif dari daerah pemilihan III Kota Sukabumi, Kecamatan Gunungpuyuh dan Warudoyong.

Yudi Esmanto
Yudi Esmanto (capture Youtube)

Yudi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kota Sukabumi dari hasil rapat pleno yang dilakukan oleh KPU Kota Sukabumi.

"Aaya masih menunggu penetapannya secara resmi," jelasnya.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved