Ijtima Ulama Digelar Bersamaan dengan Hari Buruh, Ini Tanggapan Ketua Pelaksana

Yusuf Muhammad Martak mengatakan pihaknya sebenarnya ingin menggelar acara tersebut pada 2 Mei 2019.

Ijtima Ulama Digelar Bersamaan dengan Hari Buruh, Ini Tanggapan Ketua Pelaksana
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ribuan buruh melakukan aksi damai pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2018 di kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (1/5/2018). Dalam aksinya, mereka menyuarakan sejumlah kebijakan pemerintahan yang merugikan buruh, yakni menolak untuk mendapatkan upah murah dengan menuntut pemerintah mencabut PP Nomor 78/2015 tentang Pengupahan dan menolak tenaga kerja asing (TKA) masuk Indonesia dengan tuntutan agar pemerintah mencabut Peraturan Presiden No 20/2018 tentang TKA. Para buruh juga meminta pemerintah menurunkan harga sembako, tarif dasar listrik, dan harga BBM. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ijtima Ulama dan Tokoh III yang akan digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat akan dilaksanakan bersamaan dengan Hari Buruh Nasional pada Rabu (1/5/2019) mendatang.

Ketua Pelaksana Ijtima Ulama dan Tokoh III, Yusuf Muhammad Martak mengatakan pihaknya sebenarnya ingin menggelar acara tersebut pada 2 Mei 2019.

“Kalau ditanya kenapa bersamaan dengan Hari Buruh Nasional saya sebenarnya ingin dilaksanakan tanggal 2 Mei 2019, kalau di tanggal itu ada saya akan langsung ubah,” ungkapnya di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Baca: 7 Cara Ampuh Cegah dan Atasi Bau Mulut ketika Puasa, Hindari Makanan Lengket saat Sahur

Saat ditanya apakah pelaksanaan Ijtima Ulama dan Tokoh III di Bogor adalah untuk menghindari gerakan buruh di Jakarta, Yusuf Martak mengatakan keterbatasan lokasi dan dana menyebabkan pihaknya hanya bisa menggelar di Bogor.

“Sudah susah, di mana-mana terbatas, keuangan kami juga terbatas,” tegas Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama itu.

Baca: Pemkab Karanganyar Santuni Ahli Waris Empat Penyelenggara Pemilu yang Meninggal Dunia

Sementara itu Ketua Umum DPP FPI (Front Pembela Islam) Sobri Lubis mengatakan ketakutan sejumlah pihak bahwa Ijtima Ulama dan Tokoh III untuk menggerakkan massa adalah hal yang tidak beralasan.

“Ijtima Ulama dan Tokoh III digelar untuk memberi panduan kepada masyarakat untuk menghadapi kecurangan di Pemilu 2019 karena rakyat kebingungan, dan acara tersebut adalah salah satu cara penyampaian pendapat yang dilindungi oleh undang-undang,” tegasnya.

Sebanyak 1.500 ulama dan tokoh nasional diperkirakan akan hadir pada acara yang akan digelar di Hotel Lor In, Sentul, Bogor tersebut.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved