Rencana Pemindahan Ibu Kota

Politisi Gerindra Ini Setuju Wacana Pemindahan Ibu Kota tapi . . .

Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria menyetujui wacana pemindahan ibu kota yang digaungkan pemerintah.

Politisi Gerindra Ini Setuju Wacana Pemindahan Ibu Kota tapi . . .
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria di Hotel Sentral, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria menyetujui wacana pemindahan ibu kota yang digaungkan pemerintah.

Namun menurutnya, perlu ada kajian yang menyeluruh karena harus mempertimbangkan segala aspek, terutama aspek pembiayaan.

"Ibu Kota baru itu kan sejak eranya Bung Karno, sudah direncanakan. Perlu memang memindahkan Ibu Kota, tapi kan harus dilihat kemampuan negara dan kemampuan pembiayaannya," ucap Riza ditemui di Hotel Sentral, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).

Selain itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini juga menyarankan pemerintah melihat aspek lain, seperti kesiapan masyarakat.

Baca: PAN Disebut Minta Jatah Pimpinan MPR, Ini Reaksi Gerindra, PKS, dan Partai Demokrat

Baca: Saksi: Imam Nahrawi Minta Alfitra Salam Siapkan Uang

Baca: Sejak Suaminya Bikin Vlog Tentang Prabowo Ini yang Terjadi di Rumah Rey Utami

Oleh karena itu, memindahkan Ibu Kota menurut dia perlu kajian yang komprehensif dan holistik.
"Enggak bisa sembarang karena kan ini tidak hanya menyangkut biaya tapi juga kesiapan masyarakatnya. Memindahkan jutaan orang dari Jakarta itu kan bukan pekerjaan yang mudah," pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi memutuskan dalam rapat terbatas ibu kota negara dipindahkan dari Jakarta ke luar Pulau Jawa.

Pertimbangannya, penduduk di Pulau Jawa sangat padat. Jumlah penduduk di Pulau Jawa saat ini sudah mencapai 57 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. 

Sementara itu, di Sumatera 21 persen, Kalimantan 6 persen, Sulawesi 7 persen, Papua dan Maluku 3 persen.

Selain itu, kemacetan di Pulau Jawa cukup kronis, baik di Jakarta maupun wilayah Pantura.
Selanjutnya, persoalan banjir dan kekeringan juga terus menjadi ancaman.

Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved