Pemilu 2019

Setuju Dengan Sandi, Demokrat Malah Minta Situng KPU Dihentikan

Bahkan menurut anggota BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini, Situng KPU sebaiknya dihentikan.

Setuju Dengan Sandi, Demokrat Malah Minta Situng KPU Dihentikan
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Wakil Direktur Bidang Advokasi dan Hukum Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, (6/11/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, setuju dengan saran calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno agar Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) diaudit.

Bahkan menurut anggota BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini, Situng KPU sebaiknya dihentikan.

"Situng hanya jadi bahan provokasi saja karena banyak salah input. Memang sebaiknya dihentikan," tegas Ferdinand Hutahaean kepada Tribunnews.com, Senin (6/5/2019).

Terlebih, imbuh Ferdinand Hutahaean, hasil situng tersebut tidak akan dijadikan sebagai basis menentukan pemenang pilpres, dan sifatnya hanya update data real time saja.

Ternyata dia menilai, tujuannya menjadi tak tercapai dan justru menjadi provokasi kepada pihak yang merasa dirugikan atas banyaknya kesalahan entri data yang dilakukan oleh KPU.

Karenanya, Ferdinand Hutahaean sependapat agar situng dihentikan dan diganti rilis setiap hari oleh KPU hasil perhitungan manual ke publik.

Baca: PPK dan Staf Kemenpora Didakwa Terima Suap

"Sependapat agar situng dihentikan dan diganti serta diganti dengan Pres conference setiap hari oleh kpu atas perhitungan manual. Situng hanya jadi bahan provokasi saja ditengah masyarakat kita sebaiknya dihentikan," ujarnya.

Sandi Minta Situng KPU Diaudit

Sandi meminta Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) diaudit.

Sebab, Sandiaga mendapat laporan banyak kesalahan input suara di situng yang bisa diakses publik di website resmi KPU itu.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved