Pilpres 2019

Waketum PAN Imbau Kader Tak Ikut Aksi 22 Mei di KPU

Wakil Ketua Umum PAN, Bara Hasibuan mengimbau para kadernya tak mengikuti aksi 22 Mei yang digelar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Waketum PAN Imbau Kader Tak Ikut Aksi 22 Mei di KPU
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Wakil Ketua Umum Partai Ahmanah Nasional (PAN) Bara Hasibuan dan pengurus PAN menyampaikan Refleksi Akhir Tahun di Kantor DPP PAN Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Selasa, (29/12/2015). Mereka menyampaikan apresiasi tertinggi bagi pelaksanaan pilkada serentak yang baru pertama kali terjadi di Indonesia dan juga terpilihnya pimpinan KPK yang baru serta akan mendukung penuh lembaga antirasuah tersebut. WARTA KOTA/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum PAN, Bara Hasibuan mengimbau para kadernya tak mengikuti aksi 22 Mei yang digelar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal itu disampaikan Bara meski partainya bagian dari pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga yang menolak hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 karena dugaan kecurangan.

"Saya pikir bagaimana masing-masing partai memberikan imbauan kepada para anggotanya untuk tidak ikut-ikutan gerakan apa pun itu namanya. People power atau apa sudah berganti nama," ujar Bara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2019).

Selain itu, Bara menilai aksi tersebut akan menimbulkan keresahan di tengah masyakarat.

Baca: Hendropriyono Siap Pinjamkan Anjing Terlatih Miliknya Jika Dibutuhkan Aparat Amankan Aksi 22 Mei

Baca: Rekomendasi Bawaslu Soal Pemilu di Kuala Lumpur: Yang Dihitung Hanya 22.807 Suara

Bara menambahkan aksi tersebut berpotensi merusak demokrasi yang dibangun pasca reformasi.

"Pada akhirnya akan menimbulkan setback besar bagi demokrasi ya. Itu adalah tanggung jawab partai masing-masing," tuturnya.

Lebih lanjut, Bara menekankan konsep people power yang menolak hasil pemilu sangat berbahaya seandainya gerakan itu berkembang.

Berbagai pihak telah menyatakan menolak keras ajakan gerakan ini. 

"Yang berbahaya ini menimbulkan delegitimasi. Menimbulkan distrust kepada lembaga demokrasi resmi yang justru sedang bekerja keras menyelesaikan proses ini," pungkas Bara.

Untuk diketahui, sekelompok massa yang bernama Gerakan Kedaulatan Rakyat akan menggelar aksi demo pada 22 Mei 2019, bertepatan pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Aksi tersebut dilakukan karena mereka menilai terjadi kecurangan dalam pemilu.

Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved