BNN Klaim 256.000 Warga Sumatra Utara Terpapar Narkoba

"Survei prevalensi di tahun yang sama, 256.000 masyarakat Sumut terpapar narkoba."

BNN Klaim 256.000 Warga Sumatra Utara Terpapar Narkoba
TRIBUN PONTIANAK/YA M NURUL ANSHRY
Barang bukti narkoba terbesar di Kalbar hasil tangkapan BNNP Kalbar, Polda Kalbar, dan Bea Cukai 

TRIBUNNEWS.COM, DELI SERDANG - Badan Nasional Narkotika Provinsi Sumatra Utara (BNNP Sumut) mencatat sebanyak 256.000 masyarakat di Sumatra Utara terpapar oleh narkoba, mulai dari yang mencoba hingga kecanduan.

Kepala BNNP Sumut, Brigjend Pol Atrial mengatakannya dalam survey prevalensi pengguna narkotika 2017, secara nasional sebanyak 3,7 juta jiwa masyarakat Indonesia terpapar narkotika.

"Survei prevalensi di tahun yang sama, 256.000 masyarakat Sumut terpapar narkoba. Baik yang coba-coba atau yang kecanduan," katanya, Selasa (21/5/2019).

Selama ini, pemberitaan mengenai peredaran narkoba selalu muncul setiap hari.

Hal tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat di BNNP Sumut sendiri, setiap hari juga menerima laporan masyarakat tentang peredaran dan penggunaan narkoba. Menurutnya, saat ini tidak ada satupun desa yang bebas dari narkoba.

Badan dunia urusan narkotika atau United Nations Office on Drugs and Crime(UNODC) menyebutkan saat ini terdapat 803 jenis narkotika baru dan 72 di antaranya sudah terdeteksi beredar di Indonesia baik oleh laboratorium BNN ataupun Polri.

Dan dari 72 jenis narkoba tersebut, baru 66 yang masuk dalam Permenkes atau lampiran UU No 35 tentang narkotika. "Karena itu kita berharap kita semua lebih teliti lagi," katanya.

Maraknya peredaran narkoba tidak lepas dari letak geografis yang rawan karena berbatasan langsung dengan Malaysia, yaitu Aceh, Sumut, Riau, Jambi, dan Palembang

"Kalau pelabuhan resmi negara ada Bea Cukai, kita tak perlu begitu khawatir. Tapi ada ribuan pelabuhan tikus yang menjadi masuknya narkotika," katanya.

Bahkan ia mengatakan sindikat peredaran narkoba juga memanfaatkan nelayan.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved