Pejabat Kemenpora Ditangkap KPK

Jaksa Pelajari Vonis Hakim Terkait Nama Menpora dalam Kasus Suap Dana Hibah KONI

KPK akan menindaklanjuti aliran dana Rp 11,5 Miliar yang diterima asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum

Jaksa Pelajari Vonis Hakim Terkait Nama Menpora dalam Kasus Suap Dana Hibah KONI
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy menaiki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/12/2018) dini hari. KPK resmi menahan lima orang tersangka diantaranya Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy, dan Deputi IV Kemenpora Mulyana dengan barang bukti berupa uang senilai Rp7,318 Miliar terkait kasus korupsi pejabat pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menindaklanjuti aliran dana Rp 11,5 Miliar yang diterima asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum dalam perkara suap dana hibah KONI.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK, Ronald, mengatakan pihaknya akan melihat salinan putusan dari majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

"Tetapi akan kami cermati juga, karena ini baru mendengar dari putusan secara lisan. Kami akan melihat lebih lanjut putusannya seperti apa," kata Ronald, ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (20/5/2019).

Baca: TERPOPULER - Jelang 22 Mei, Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab Ditantang 6 Tokoh Relawan Jokowi

Baca: Jelang 22 Mei, Hendropriyono Sebut Kekuatan People Power Pendukung Prabowo Sudah Ompong

Dalam sidang beragenda pembacaan putusan terhadap Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, Senin (20/5/2019), majelis hakim mempertimbangkan ada penerimaan Rp 11,5 Miliar yang diterima Miftahul Ulum.

"Cuma apakah uang dari Miftahul Ulum ini untuk kepentingan menpora atau sampai ke menpora itu yang ingin kami gali lebih lanjut," kata dia.

Namun, pada saat dihadirkan sebagai saksi di persidangan, Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadi Miftahul Ulum membantah menerima aliran dana suap dana hibah KONI.

Apakah Imam dan Ulum memberikan keterangan palsu di persidangan, Ronald mengaku belum dapat memastikan.

Baca: Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Provinsi Papua Diwarnai Aksi Gebrak Meja

Pihaknya masih akan mempelajari salinan putusan dari majelis hakim.

"Apakah ini keterangan palsu atau tidak? Kami akan mengecek dahulu putusan secara tertulis dan apabila ada indikasi ke sana akan menggali ke langkah-langkah selanjutnya. Tentunya nanti setelah kami pertimbangkan, setelah kami teliti secara seksama baru bisa menentukan apakah bisa diketegorikan sebagai kesaksian palsu atau tidak," kata dia.

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved