Pengaturan Skor

Sidang Lanjutan Kasus Joko Driyono, Ini Harapan kepada Jaksa dan Hakim

“Kalau JPU dan hakim ikut masuk angin, gawat,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Sidang Lanjutan Kasus Joko Driyono, Ini Harapan kepada Jaksa dan Hakim
tribunnews.com/abdul majid
Eks Plt PSSI Joko Driyono saat menjalani sidang perdana kasus perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019. Tribunnews/Abdul Majid 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan hakim tidak “masuk angin”  dalam kasus terdakwa mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono.

“Kalau JPU dan hakim ikut masuk angin, gawat,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Sebelumnya, empat anggota Polri dari Satgas Antimafia Bola yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara tindak pidana umum dengan terdakwa Joko Driyono di PN Jaksel, Selasa (28/5/2019).

Keempatnya  belum dapat memastikan bahwa barang-barang bukti yang disita dari kantor PT Liga Indonesia berkaitan dengan penyidikan perkara match fixing atau pengaturan skor sepak bola.

Baca: Sidang Pertama, Joko Driyono Diancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Baca: Sidang Joko Driyono Ditunda Akibat Saksi Berhalangan Hadir

Empat anggota Satgas yang menjadi saksi pada sidang ketiga kasus ini adalah Pudjo Prasetyo, I Gusti Ngurah Putu Kresna, Riyanto Sulistya, dan Franciscus Manalu.

Dalam persidangan mereka mengakui kedatangan mereka ke kantor PT Liga Indonesia di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, dalam rangka penggeledahan ruangan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, sebagai lanjutan dari perkara dugaan match fixing yang dilaporkan oleh Lasmi Indaryani, dalam perkara terpisah.

Dihubungi terpisah, mantan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) yang kini Wakil Direktur Visi Integritas Emerson Juntho mengaku sejak awal khawatir kasus ini akan kandas di pengadilan.

“Sejak awal saya memang khawatir kasus ini akan kandas di pengadilan,” ujarnya.

Sebab, kata Emerson, tidak ada koordinasi yang kuat antara Satgas Antimafia Bola dan pihak kejaksaan terkait perkara match fixing ini.

“Bahkan enggak ada koordinasi,” tegasnya.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved