Pilpres 2019

Elite PPP: Yang Bubar Itu Biasanya Yang Kalah, Kalau Menang Koalisinya Akan Terus Berlangsung

Sebelum itu Rachland sudah mengusulkan Prabowo segera membubarkan koalisi partai politik pendukungnya.

Elite PPP: Yang Bubar Itu Biasanya Yang Kalah, Kalau Menang Koalisinya Akan Terus Berlangsung
KOMPAS IMAGES
Ahmad Baidowi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi menegaskan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin tidak akan bubar setelah pesta demokrasi lima tahunan selesai digelar.

KIK membangun koalisi jangka panjang bukan hanya urusan pilpres tapi juga jalannya pemerintahan agar stabil.

"Lah, kalau koalisi Demokrat bersama Gerindra mau bubar ya silakan saja. Kalau KIK membangun koalisi jangka panjang bukan hanya urusan pilpres tapi juga jalannya pemerintahan agar stabil," ujar anggota TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin ini kepada Tribunnews.com, Selasa (11/6/2019).

Tentu koalisi partai politik pengusung Jokowi-KH Ma'ruf Amin akan terus bersama mengawal jalannya pemerintahan.

"Koalisi yang bubar itu biasanya yang kalah. Kalau yang menang, koalisinya akan terus berlangsung," tegas anggota Komisi II DPR RI ini.

Apalagi diwacanakan oleh publik jika ada parpol yang akan bergabung ke KIK.

"Tentu hal tersebut merupakan sesuatu yg biasa saja dalam iklim demokrasi," jelasnya.

Elite Demokrat Usul Koalisi 01 dan 02 Dibubarkan

Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik meminta calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto membubarkan koalisi partai politik pendukungnya masing-masing.

Apa alasannya? Seperti disampaikan Rachland melalui akun Twitter pribadinya, perlu ada upaya untuk tensi politik di tengah masyarakat pasca-Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved