Survei SMRC: Pemerintahan Saat Ini Dinilai Lebih Demokratis Dibandingkan Periode Sebelumnya

SMRC mengungkapkan terdapat 66 persen responden puas terhadap sistem demokrasi yang diterapkan di negara ini.

Survei SMRC: Pemerintahan Saat Ini Dinilai Lebih Demokratis Dibandingkan Periode Sebelumnya
Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyampaikan hasil survei mengenai "Kondisi Demokrasi dan Ekonomi Politik Nasional Pasca Peristiwa 21-22 Mei 2019". 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sistem pemerintahan demokrasi masih menjadi pilihan untuk menjalankan roda pemerintahan di Indonesia. Tingkat kepuasan masyarakat cukup tinggi pada saat pemerintah menjalankan pemerintahan menggunakan sistem ini dibandingkan dengan sistem otoriter.

Demikian hasil survei yang dilakukan lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

SMRC melakukan survei mengenai "Kondisi Demokrasi dan Ekonomi Politik Nasional Pasca Peristiwa 21-22 Mei 2019".

Jika melihat hasil survei, SMRC mengungkapkan terdapat 66 persen responden puas terhadap sistem demokrasi yang diterapkan di negara ini. Sedangkan, untuk yang kurang puas dan tidak puas sama sekali hanya sebesar 30 persen.

SMRC membandingkan tiga rezim pemerintahan yaitu Presiden Soeharto, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Joko Widodo.

Baca: Menhan Ryamizard Ryacudu: Lambat atau Cepat, Polisi Nanti akan di Bawah Kementerian

Dari hasil perbandingan tersebut, pemerintahan di era SBY dan Jokowi dinilai sebagai pemerintahan yang demokratis. Sedangkan, mayoritas publik menilai pemerintahan Soeharto bersifat diktator.

"(Membandingkan tiga rezim) mayoritas publik menilai rezim SBY dan Jokowi, rezim demokratis. Sementara, rezim Soeharto, diktator," ungkap Direktur Riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Sirojuddin Abbas, saat memaparkan hasil survei, di kantor SMRC, Minggu (16/6/2019).

Rezim pemerintahan Soeharto mempunyai nilai paling rendah dibandingkan SBY dan Jokowi.

Dari skala 1-10, Soeharto mendapatkan nilai 4,79 persen, SBY mendapat nilai 7,15, dan Jokowi mendapatkan nilai 7,37 persen. Nilai 1 menunjukkan sangat diktator, sedangkan angka 10 menunjukkan sangat demokratis.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved