Misbakhun Sindir Sri Mulyani Soal Loyalitas ASN: Sekarang Mendadak Bicara Ideologi

Video Sri Mulyani di hadapan ratusan pejabat eselon II dan III yang baru dilantik di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019) lalu.

Misbakhun Sindir Sri Mulyani Soal Loyalitas ASN: Sekarang Mendadak Bicara Ideologi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Politisi Partai Golkar M Misbakhun. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Sebuah video singkat beredar terkait ketegasan Menteri Sri Mulyani kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di lingkungannya.

Video Sri Mulyani di hadapan ratusan pejabat eselon II dan III yang baru dilantik di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019) lalu.

Baca: Misbakhun Ingin Pemerintah dan DPR Cekatan Siapkan Payung Hukum Pemindahan Ibu Kota

Dengan suara yang lantang dan tegas, Sri Mulyani mengaku tak akan memaafkan siapa saja di jajarannya yang melakukan pola kepemimpinan ekslusif. Ani, begitu sapaan akrabnya, tak sudi ada PNS Kemenkeu yang memetingkan kelompoknya sendiri.

"Atau bahkan menjadi penyuara kebencian terhadap mereka yang berbeda dengan kita. Itu tidak bisa dimaafkan dan tidak seharusnya ada di Kementerian Keuangan," ucap Ani.

Politisi Partai Golkar, M Misbakhun bergarap setelah pidato Menkeu Sri Mulyani itu, maka harus ada tindakan lebih kongkrit. Pembersihan ASN Kemenkeu dari kelompok eksklusif dan intoleran tersebut.

"Sebagai Menteri Ibu Sri Mulyani memang harus mengambil tindakan itu. Karena alat ukur, instrumen dan kewenangan untuk itu ada dan melekat pada jabatan dia sebagai Menteri. Dan tidak cukup hanya pidato," ujar Misbakhun, Senin (17/6/2019).

Baca: DPR dan Pemerintah Bahas Asumsi Makro, Misbakhun Ingin Muruah Jokowi Terjaga

Dalam video itu, Menkeu Sri Mulyani menegaskan, lembaganya adalah sebagian kecil dari institusi yang memiliki kemewahan dan berkaitan dengan instansi vertikal.

"Kalau di institusi ini ada pimpinan di level manapun, atau bahkan bukan pimpinan, tapi staf jajaran yang Anda merasa, atau Anda memiliki kepercayaan bahwa Anda ingin menjadi eksklusif, maka Anda salah tempat," tegasnya.

Orang yang ingin eksklusif dan menyuarakan kebencian Sri Mulyani menegaskan, akan merugikan lembaganya. Sikap itu, lanjutnya, tak sejalan dengan tugas yang diemban semua petugas di Kemenkeu.

"Karena Anda tidak hanya menjadi benalu, tetapi akan menjadi racun bagi institusi dan bagi negara. Karena institusi ini memiliki tugas untuk menjahit persatuan, menjaga persatuan," tutur dia.

Misbakun melanjutkan seraya berharap segera dilakukan penelusuran ulang ASN terhadap ideologi negara. Dan dibuat pernyataan kerja loyal pada negara.

Baca: Pesan Menkeu Sri Mulyani ke PNS: Jangan Suarakan Kebencian

"Atau pecat. Jadi, jangan karena mau pergantian kabinet baru. Menteri yang selama ini tidak mau turun kampanye untuk Pak Jokowi dengan alasan profesional lalu berbicara soal ideologi. Karena sedang hangat sebagai isu," sindir Misbakhun.

Baca: Kemenhub Usulkan Sri Mulyani Pangkas Biaya Izin Usaha Taksi Online untuk Perorangan

Misbakhun kemudian menyindir Sri Mulyani, selama kampanye isu soal utang, infrastruktur, tax ratio yang sudah jadi bidangnya seakan tidak mau bicara membela Presiden Jokowi. "Kok sekarang mendadak bicara soal ideologi dan kelompok eksklusif di kementrian-nya. Yang sebenarnya bisa langsung di eksekusi tanpa pidato dulu," tegas Misbakun lagi.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved