Ciputra, Bukit Jaya, hingga Tokopedia Pasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya

14 pelaku usaha industri dan bisnis di tanah air mendukung Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA).

Ciputra, Bukit Jaya, hingga Tokopedia Pasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Tribunnews.com/ Ria Anatasia
Sebanyak 14 pelaku usaha industri dan bisnis di tanah air menyatakan dukungan untuk gerakan Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) di Jakarta, Kamis (20/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 14 pelaku usaha industri dan bisnis di tanah air mendukung Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) dengan memasang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap yang difasilitasi oleh Xurya, perusahaan startup lokal penyedia jasa PLTS atap.

14 perusahaan tersebut, yaitu Bika Living, PT Bukit Jaya Semesta, Ciputra World 2 Jakarta, Dermaster, Grand Hyatt, PT Himawan Putra, Indonesia Utama Mineral, PT Mandala Multinvest Capital, PT Mega Manunggal Property Tbk, PT Monde Mahkota Biskuit, PT Mulia Bosco Sejahtera, Plaza
Indonesia Realty Tbk, Tokopedia dan Wisma 77.

Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) dan Deklarator GNSSA Andhika Prastawa mengatakan Indonesia dikhawatirkan mengalami krisis energi dalam 30 tahun ke depan.

Baca: Mobil Toyota Fortuner Untuk Seserahan Pernikahan Itu Ternyata Barang Curian

Baca: David da Silva Kembali ke Persebaya, Pelatih Arema FC: So What?

Baca: Agung Hercules Diisukan Harus Jual Aset untuk Biaya Pengobatan, Sahabat Ungkap Fakta Sebenarnya

Energi Outlook Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menunjukkan bahwa Indonesia telah menjadi net importir minyak bumi sejak 2014, terancam net importir gas bumi pada 2028, net importir energi pada 2032, dan net importir batu bara pada 2038.

"Ancaman ini dapat menjadi kenyataan apabila cadangan energi fosil terus dieksploitasi dan tidak ada eskplorasi energi alternatif yang dikembangkan sebagai penggantinya," kata dia di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Andhika memaparkan, penggunaan sistem PLTS atap di kalangan dunia usaha berpotensi untuk menurunkan emisi gas buang CO2.

Menurut Data Inventory Emisi GRK Sektor Energi yang dirilis Kementerian ESDM pada tahun 2016, emisi CO2 yang dihasilkan oleh sektor industri dan komersial adalah 36 persen.

"MIT Technology Review3 menyatakan bahwa energi yang dipancarkan matahari dalam satu jam itu lebih besar dari yang dibutuhkan bumi dalam setahun," ungkapnya.

Founder Xurya, Eka Himawan mengatakan, energi surya memiliki potensi paling besar dibanding energi baru terbarukan (EBT) lainnya.

Halaman
12
Penulis: Ria anatasia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved