AM Hendropriyono Singgung Sumpah Prajurit yang Telah Berubah, Ini Versinya

Untuk itu, di dalam acara halal bihalal itu, akan membacakan pernyataan sumpah pemuda versi asli.

AM Hendropriyono Singgung Sumpah Prajurit yang Telah Berubah, Ini Versinya
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono saat sambutan dalam acara halal bi halal di depan Purnawirawan TNI di The Dharmawangasa, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono mengatakan, banyak hal yang berubah dalam tubuh TNI khususnya sumpah prajurit.

Hal itu disampaikan Hendropriyono saat sambutan dalam acara halal bi halal di depan Purnawirawan TNI di The Dharmawangasa, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019).

"Buat kita melihat sekarang ini dengan waktu kami dulu yang masih aktif banyak yang beda. Banyak yang aneh-aneh, selain UUD-nya beda, UU nya juga ganti, sumpah prajuritnya juga berubah," ujar Hendropriyono.

"Karena itu ada satu pesan dari pendiri bangsa kita, bahwa kalau pada suatu hari kita bingung kemana sebetulnya jalan revolusi kita ini. Kembali lah kepada hasil penderitaan rakyat yaitu Pancasila UUD 1945," lanjutnya.

Untuk itu, di dalam acara halal bihalal itu, akan membacakan pernyataan sumpah prajurit versi asli.

Pembacaan itu dipimpin oleh Jenderal (Purn) Try Sutrisno.

"Karena itu kita di sini sesuai skop kita nanti yang akan dipimpin oleh Pak Try Sutrisno untuk mengenang kembali bagaimana sumpah prajurit yang memang kita hapal diluar kepala. Ini  benar atau salah, yang berubah atau yang aslinya yang salah, masa asli bisa salah, jadi supaya kita mengingat kembali yang aslinya," kata Hendropriyono.

Baca: Inilah Jenderal-jenderal yang Jamin Penangguhan Penahanan Mantan Danjen Kopassus Soenarko

Hendropriyono tidak mempermasalahkan berubahnya sumpah prajurit.

Namun, yang terpenting baginya jiwa semangat prajurit harus tetap ada. 

"Jadi silakan dimodifikasi, tapi jiwanya itu harus tetap ada. Kira-kira itu, kemudian sapta marga, sapta marga tidak ada perubahan karena itu harus follow up," jelas Hendropriyono.

Halaman
123
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved