Moeldoko: Pemerintah Bakal Rapat Bahas Pemulangan WNI Simpatisan ISIS

Pemerintah bakal menggelar rapat terpadu dengan beberapa sektor sebelum memulangkan mereka.

Moeldoko: Pemerintah Bakal Rapat Bahas Pemulangan WNI Simpatisan ISIS
Sumber YouTube Kompas TV
Nurshadrina Khaira Dhania, warga negara Indonesia yang baru saja kembali dari Suriah, berbagi kisah awal mula dirinya bergabung menjadi simpatisan ISIS sejak tahun 2015 yang lalu. (Sumber YouTube Kompas TV) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Warga Negara Indonesia (WNI) simpatisan ISIS di wilayah konflik Irak dan Suriah berniat kembali ke tanah air.

‎Merespon itu, Pemerintah bakal menggelar rapat terpadu dengan beberapa sektor sebelum memulangkan mereka.

"Harus dirapatkan dulu dari berbagai sisi. Dari sisi Kemenkopolhukam dari sisi ketenagakerjaan, sisi Kementerian Sosial dan seterusnya. Itu belum dirumuskan," ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Senin (24/6/2019) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Moeldoko menjelaskan rencana pemulangan WNI yang menjadi simpatisan ISIS ini tidak bisa dilakukan secara parsial.

Menurut dia, seluruh kementerian terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) harus duduk bersama membahas ini.

Baca: Jelang Vonis Putusan 47 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan Amankan MK dan Objek Vital

Tidak hanya itu, diungkap Moeldoko, ‎harus ada pendampingan dan pemantauan kepada WNI yang menjadi simpatisan ISIS setibanya di Indonesia.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Tribunnews.com/ Theresia Felisiani)

Mantan Panglima TNI itu menyebut pemulangan WNI simpatisan ISIS ini bukan sekedar memindahkan barang, tetapi permasalahan yang harus dipecahkan bersama.

"Jadi ini bukan memindahkan barang, memindahkan persoalan, gitu," tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Hamli mengatakan pihaknya siap membantu pemulangan WNI yang menjadi simpatisan ISIS.

Nantinya mereka akan ditampung di Kementerian Sosial.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved