Wasekjen PAN: Hampir Seluruh Jaringan Partai Ingin Jadi Oposisi

Saleh Partaonan Daulay mengatakan bahwa partainya akan menentukan sikap politik ke depan seusai putusan sidang sengketa Pemilu Presiden pada 27 Juni m

Wasekjen PAN: Hampir Seluruh Jaringan Partai Ingin Jadi Oposisi
dok. DPR RI
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Saleh Partaonan Daulay mengatakan bahwa partainya akan menentukan sikap politik ke depan seusai putusan sidang sengketa Pemilu Presiden pada 27 Juni mendatang.

Sikap tersebut akan diputuskan dalam forum Rapat kerja nasional (Rakernas).

"Insya Allah setelah ini, mungkin setelah pengumuman ini kita akan melakukan Rakernas sekaligus evaluasi, saya nggak tahu tanggalnya belum ditetapkan. Terakhir rapat harian terakhir belum bicarakan tanggal tapi kita bicarakan bagaimana untuk menyampaikan pesan pesan kepada DPW dan DPD," ujar Saleh di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (24/6/2019).

Menurut Saleh posisi partainya ke depan apakah akan masuk dalam koalisi pemerintah atau tetap di jalur oposisi sangat tergantung pada hasil evaluasi dalam rakernas.

Baca: Sampai Hari ke-5, Pencarian Mantan Ikon Persis Ferry Anto Belum Membuahkan Hasil

Baca: Ajak Kekasih Kabur dan Berbuat Cabul, Pria Pengangguran Ini Diancam Hukuman 15 Tahun

Baca: Ketika Ganda Putra Indonesia Jadi Kartu As pada Indonesia Open 2019

Namun saat ini menurutnya hampir seluruh jaringan PAN menginginkan partai tetap konsisten sebagai oposisi pemerintah.

"Kalau mau jujur sebetulnya hampir seluruh jaringan Partai Amanat Nasional dan juga simpatisannya seluruh Indonesia menginginkan kita konsisten untuk melakukan oposisi konstruktif," katanya.

Menurut Saleh dalam negara Demokrasi keberadaan partai oposisi sangatlah penting. Oposisi dapat memberikan koreksi yang konstruktif kepada pemerintah.

"Karena tanpa itu maka terlalu kuat pemerintahan karena engga ada yang koreksi sama sekali dan sampaikan sesuatu yang berbeda, itu sangat tidak tepat," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved