Pilpres 2019

Faldo Maldini Sebut Kemungkinan Prabowo Jadi Wantimpres Jokowi

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade membantah adanya pembicaraan hal tersebut di antara kedua pihak.

Faldo Maldini Sebut Kemungkinan Prabowo Jadi Wantimpres Jokowi
Tribunnews.com/Rina Ayu
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi, Faldo Maldini, ditemui dalam sebuah kegiatan, di Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus muda PAN, Faldo Maldini menyebut adanya kemungkinan satu pihak bergabung dengan pihak pemenang Pilpres 2019 adalah hal yang lumrah.

Termasuk kemungkinan masuknya Prabowo Subianto masuk dalam kabinet Joko Widodo atau sebaliknya sebagai Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden).

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade membantah adanya pembicaraan hal tersebut di antara kedua pihak.

Menurutnya hingga kini baik Prabowo maupun Sandiaga Uno beserta Badan Pemenangan Nasional (BPN) masih fokus pada sengketa hasil Pilpres 2019 di MK (Mahkamah Konstitusi).

“Kami sedang fokus ke MK, kami tak punya rencana zig-zag dalam proses ini, Prabowo dan Sandi bukan pencari pekerjaan untuk panggung 2024, dan tak butuhkan jabatan untuk perlindungan hukum, jangan samakan dengan yang lain,” ungkapnya di posko pemenangan Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (25/6/2019).

Prabowo dan Jokowi
Prabowo dan Jokowi (Kolase TribunWow.com)

Baca: Argumen Bambang Widjojanto Ini Jadi Bahan Tertawaan Advokat di Seluruh Dunia

Ia juga membantah adanya pertemuan antara Prabowo dan Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) Budi Gunawan di Bali yang digadang-gadang membicarakan adanya kemungkinan Gerindra masuk kabinet Jokowi.

“Tidak ada pertemuan itu, coba anda konfirmasi ke Pak Budi Gunawan” tegas Andre.

Pria yang juga menjabat sebagai Juru Bicara BPN itu juga mengatakan wajar bila Gerindra selalu dikaitkan masuk kabinet Jokowi jika akhirnya diputuskan sebagai pemenang Pilpres 2019.

Namun sekali lagi Andre mengatakan pihaknya masih fokus pada proses di MK dan optimis permohonannya dikabulkan.

“Wajar jika Partai Gerindra menjadi prioritas diajak karena kami partai pemenang kedua dan jumlah kursi kami signifikan, Gerindra juga solid. Kami belum memikirkan soal itu, di pikiran kami masih Pak Prabowo akan menang dan kami yang akan mengajak mereka,” pungkasnya.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved