Pilpres 2019

Gerindra Bantah Prabowo Bertemu Kepala BIN di Bali, Ini Penjelasannya

Beredar isu pertemuan itu digelar sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi sekaligus diduga ada pembicaraan soal tawaran bagi Prabowo untuk masuk koalis

Gerindra Bantah Prabowo Bertemu Kepala BIN di Bali, Ini Penjelasannya
Warta Kota/henry lopulalan
RATAS TERORISME----Kepala BIN Budi Gunawan (kiri), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ( kanan) mengikuti rapat terbatas mengenai terorisme di Kantor Presiden,Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/5). Presiden meminta pendekatan "hard power" dan "soft power" dipadukan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan terorisme. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade membantah adanya pertemuan antara capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) Budi Gunawan di Bali pada awal Juni 2019.

Beredar isu pertemuan itu digelar sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi sekaligus diduga ada pembicaraan soal tawaran bagi Prabowo untuk masuk koalisi Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Tidak ada pertemuan itu, coba anda konfirmasi ke Pak Budi Gunawan,” tegas Andre saat ditemui di posko pemenangan Prabowo-Sandi di Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (25/6/2019).

Menurutnya hingga kini baik Prabowo maupun Sandiaga Uno beserta Badan Pemenangan Nasional (BPN) masih fokus pada sengketa hasil Pilpres 2019 di MK (Mahkamah Konstitusi).

Ia menyindir dengan menyebut bahwa Prabowo-Sandi tak pernah mengejar jabatan untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Baca: Faldo Maldini Sebut Kemungkinan Prabowo Jadi Wantimpres Jokowi

“Kami sedang fokus ke MK, kami tak punya rencana zig-zag dalam proses ini, Prabowo dan Sandi bukan pencari pekerjaan untuk panggung 2024, dan tak butuhkan jabatan untuk perlindungan hukum, jangan samakan dengan yang lain,” ungkapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Juru Bicara BPN itu juga mengatakan wajar bila Gerindra selalu dikaitkan masuk kabinet Jokowi jika akhirnya diputuskan sebagai pemenang Pilpres 2019.

Namun sekali lagi Andre mengatakan pihaknya masih fokus pada proses di MK dan optimis permohonannya dikabulkan.

“Wajar jika Partai Gerindra menjadi prioritas diajak karena kami partai pemenang kedua dan jumlah kursi kami signifikan, Gerindra juga solid. Kami belum memikirkan soal itu, di pikiran kami masih Pak Prabowo akan menang dan kami yang akan mengajak mereka,” pungkasnya.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved