Suap Proyek PLTU Riau 1

Saksi Ungkap Pertemuan Sofyan Basir, Eni Saragih, dan Kotjo Bahas Proyek PLTU

Iwan mengaku diundang oleh Supangkat Iwan Santoso, Direktur Pengadaan PLN, untuk menghadiri undangan itu

Saksi Ungkap Pertemuan Sofyan Basir, Eni Saragih, dan Kotjo Bahas Proyek PLTU
dok. PLN
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memberikan penghargaan Proper Emas kepada Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara (kiri) sebagai perusahaan yang ramah dan peduli lingkungan hidup di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (18/12). Sebagai pengelola PLTU Paiton yang meraih penghargaan tertinggi sebagai perusahaan yang ramah dan peduli lingkungan hidup, selain itu 13 pembangkit PLN lainnya meraih Proper Hijau. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk membahas proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1, Sofyan Basir, mantan Direktur Utama PT PLN (Persero), Eni Maulani Saragih, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, dan Johannes Budisutrisno Kotjo, pengusaha, menggelar pertemuan.

Adanya pertemuan itu diungkap oleh Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), Iwan Agung Firstantara, saat dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Senin (15/7/2019).

Baca: Berseteru dengan Yasonna Laoly, Wali Kota Tangerang Setop Pelayanan Publik Kantor Milik Kemenkumham

Iwan mengungkapkan pertemuan antara Sofyan Basir, Eni, dan Kotjo itu terjadi di kawasan Semanggi, Jakarta, pada 19 Desember 2017.

Iwan mengaku diundang oleh Supangkat Iwan Santoso, Direktur Pengadaan PLN, untuk menghadiri undangan itu.

"Kami bicara masalah RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik,-red) PLTU. Kotjo mengatakan keberatan 51 persen, mereka tidak bisa kontrol penuh," kata Iwan, di persidangan.

Sebelum pertemuan itu, Iwan mengaku sudah dikenalkan oleh Supangkat Iwan Santoso kepada Eni.

Iwan mengklaim dikenalkan oleh Eni di kantor pusat PLN.

Setelah Kotjo merasa keberatan terhadap kepemilikan saham sebesar 51 persen oleh PT PJB di proyek PLTU Riau-1, kata dia, Sofyan Basir mengarahkan untuk meminta China Huadian Enginering Company Limited (CHEC) terlibat di proyek itu.

Proses keterlibatan CHEC disesuaikan dengan prinsip Good Corporate Governance atau Azas Umum Pemerintahan yang Baik.

Halaman
1234
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved