Kasus Novel Baswedan

Respons Kuasa Hukum Novel Baswedan Sikapi Hasil Investigasi Tim Pencari Fakta

Kuasa hukum penyidik Novel Baswedan, Arif Maulana, menilai Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah gagal

Respons Kuasa Hukum Novel Baswedan Sikapi Hasil Investigasi Tim Pencari Fakta
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
DUA TAHUN NOVEL BASWEDAN - Massa aksi dari Aliansi Masyarakat Anti Korupsi mengenakan topeng Novel Baswedan dalam aksi peringatan dua tahun kasus Novel Baswedan di Jalan Tugu, Kota Malang, Kamis (11/4/2019). Massa aksi menuntut Presiden RI mengevaluasi kinerja kepolisian dalam kasus penyidikan dugaan pembunuhan terhadap Novel Baswedan dan mengutuk segala bentuk teror terhadap penjuang anti korupsi. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum penyidik Novel Baswedan, Arif Maulana, menilai Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah gagal dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap kliennya.

"Kami harus mengatakan bahwa tim satgas bentukan Polri yang merupakan tindak lanjut rekomendasi komnas HAM telah gagal total untuk jalankan mandatnya," ucap Arif di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Indikator kegagalan tim ini, kata Arif, terlihat dari belum terungkapnya pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Baca: 3 Aplikasi Buat Foto Age Challenge, Viral Edit Wajah Jadi Tua atau Muda, Ini Cara Lengkapnya

Baca: Perwira Polisi Dilaporkan Istri Akibat Temuan 5 Video Panas, Berikut Kronologinya

Baca: Begini Cara Tiga Pelaku Membunuh dan Memutilasi Karoman

TPF polisi hanya berkutat pada rekomendasi-rekomendasi, dan motif-motif, tanpa menyebutkan siapa pelaku penyiraman air keras.

"Kegagalan itu bisa dilihat dari belum ada belum terungkap pelaku, alih-alih pelaku lapangan eksekutor penyerangan Novel Baswedan, terlebih aktor intelektual dibalik penyerangan terhadap Novel Baswedan sebagai korban," ujarnya.

Hal ini, katanya, menunjukan bukan hanya tim pencari fakta yang gagal menjalankan mandat, tetapi juga kepolisian sebagai institusi dalam mengungkap kasus ini.

"Kegagalan ini kegagalan kepolisian secara terang benderang terhadap kasus Novel Baswedan," kata Arif.

Sebelumnya, TPF Polri gagal mengungkap pelaku maupun dalang di balik penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang terjadi 11 April 2017 silam.

Sepanjang pemaparan hasil laporan di Mabes Polri, hari ini, tim sama sekali tidak menyebut nama pelaku atau dalang penyerangan.

Halaman
1234
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved