Kabinet Jokowi

Teten Masduki Bantah Ada Rapat Bahas Susunan Kabinet di Sentul Bogor

Kepala Staf Khusus Presiden, Teten Masduki menegaskan bahwa daftar susunan kabinet yang beredar akhir-akhir ini adalah bohong.

Teten Masduki Bantah Ada Rapat Bahas Susunan Kabinet di Sentul Bogor
Tribunnews.com/ Imanuel Nicolas Manafe
Teten Masduki. 

“Kita harus mulai membuat ‘blue print’ ideologi di bidang ekonomi karena kita tak bisa terus bergantung pada Amerika Serikat atau Cina, kita harus punya strategi sendiri karena persaingan baru dimulai,” lanjut dia.

Lebih lanjut Erick menegaskan bahwa penentuan kabinet menteri adalah hak prerogatif presiden.

Ia mengatakan dirinya sebagai Ketua TKN hanya berfungsi maksimal untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf dalam kontestasi Pemilu 2019 dan tak memiliki kewenangan untuk ikut menentukan nama menteri.

“Beliau pasti berdiskusi dengan pihak yang berkepentingan, kalau TKN hanya berusaha memenangkan beliau dalam Pilpres. Memang pasti Pak Jokowi menerima masukan dari koalisi, tapi pasti beliau juga sudah membentuk tim sendiri untuk menentukan,” kata Erick.

Sebelumnya beredar draf berjudul 'Risalah Rapat Pengangkatan Menteri Pembantu Presiden Dalam Kabinet Kerja Jilid II Periode 2019-2024' dengan lambang Garuda Pancasila serta tulisan Koalisi Indonesia Maju.

Dalam draf itu, tercantum nama-nama menteri yang terpilih dari hasil rapat yang disebut berlansung di Sentul City International Convention Center Bogor Jawa Barat, Minggu 14 Juli 2019.

Ada sejumlah nama dalam draft tersebut yang berasal dari TKN Jokowi-Ma’ruf seperti Ketua TKN Erick Thohir disebut menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Moeldoko menjabat Menko Polhukam, Ketua Tim Hukum TKN Yusril Ihza Mahendra, disebut jadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta putri mantan presiden Aburrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid, sebagai Menteri Sosial.

Ada yang ingin jadi menteri

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir memberi pendapatnya atas berita bohong susunan kabinet menteri 2019-2024 yang tersebar dalam beberapa hari terakhir.

Ditemui di Kompleks Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019), Erick mengatakan ada dua kemungkinan yang ingin dituju atas tersebarnya kabar bohong tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved