OTT KPK di Kepulauan Riau

Geledah Kantor Dishub Pemprov Kepri, KPK Angkut Dokumen Perizinan Pemanfaatan Ruang Laut

"Tim mengamankan sejumlah dokumen-dokumen terkait perizinan pemanfaatan ruang laut di Kepri," ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Geledah Kantor Dishub Pemprov Kepri, KPK Angkut Dokumen Perizinan Pemanfaatan Ruang Laut
Tribun Batam/Endra Kaputra
Polisi bersenjata lengkap tampak berjaga di depan kantor Dinas Perhubungan Kepri, Selasa (23/7/2019). TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap terkait perizinan di Kepulauan Riau (Kepri) dan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan Gubernur Kepri 2016-2021, Nurdin Basirun.

Guna mendalami penyidikan perkara, Selasa (23/7/2019) ini, tim penyidik KPK menggeledah kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

"Tim mengamankan sejumlah dokumen-dokumen terkait perizinan pemanfaatan ruang laut di Kepri," ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada pewarta, Selasa (23/7/2019).

Baca: BREAKING NEWS: Kantor Dishub Kepri Dijaga Ketat Polisi, Dikabarkan Ada KPK

Selain kantor Dishub Pemprov Kepri, diketahui tim penyidik KPK juga menggeledah rumah pribadi Nurdin Basirun di Karimun. Namun untuk hasil geledah di rumah Nurdin, Febri belum bisa mengeksposenya

"Untuk lokasi lain, akan kami sampaikan lagi perkembangannya nanti," katanya.

KPK pada Kamis (11/7/2019) telah mengumumkan empat tersangka dalam kasus itu, yakni Gubernur Kepri 2016-2021, Nurdin Basirun; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Edy Sofyan; Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Budi Hartono; dan Abu Bakar dari unsur swasta.

Selain itu, KPK juga menetapkan Nurdin sebagai tersangka penerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan.

Untuk kasus suap, Nurdin diduga menerima SGD11 ribu dan Rp45 juta terkait suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri Tahun 2018/2019.

Nurdin menerima uang dari Abu Bakar baik secara langsung maupun melalui Edy Sofyan dalam beberapa kali kesempatan.

Adapun rincian yang diterima Nurdin, yaitu pada 30 Mei 2019 sebesar SGD5.000 dan Rp45 juta.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved